MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Guru Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, meluncurkan buku antologi puisi berjudul Monolog Plastik Kotaku.

Peluncuran buku tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi serta kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini didukung Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara dan Komunitas Penulis Barito Utara. Peluncuran dilaksanakan dalam rangkaian Konferensi Kerja Kabupaten atau Konkerkab PGRI Barito Utara 2026 di Aula Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Maya Savitri mengatakan, buku tersebut menjadi ruang bagi remaja dan pelajar Barito Utara untuk menyampaikan gagasan, kegelisahan, dan harapan mereka terhadap lingkungan melalui karya sastra.

"Peluncuran buku ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan," kata Maya sebagaimana rilis diterima pada Minggu, 7 Juni 2026.

Antologi Monolog Plastik Kotaku berisi kumpulan puisi karya para remaja dan pelajar Barito Utara yang mengangkat isu lingkungan hidup, persoalan sampah, serta pentingnya menjaga kelestarian alam.

Menurut Maya, buku tersebut bukan sekadar kumpulan karya sastra, melainkan suara generasi muda yang peduli terhadap masa depan bumi.

"Monolog Plastik Kotaku bukan sekadar kumpulan puisi. Buku ini merupakan suara hati generasi muda Barito Utara yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi yang mereka cintai. Melalui karya sastra, anak-anak kita belajar menyampaikan gagasan, kepedulian, dan harapan mereka terhadap lingkungan hidup," ujarnya.

Ia menilai literasi dan kepedulian lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui proses menulis, pelajar tidak hanya belajar membaca keadaan, tetapi juga berani menyuarakan solusi atas persoalan di sekitarnya.

"Ketika anak-anak menulis tentang sampah, sungai, hutan, dan lingkungan sekitarnya, sesungguhnya mereka sedang belajar menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya membaca keadaan, tetapi juga menyuarakan solusi melalui karya yang mereka hasilkan," katanya.

Maya berharap antologi tersebut menjadi pemantik lahirnya lebih banyak karya literasi dari generasi muda Barito Utara.

"Saya berharap antologi ini menjadi awal lahirnya lebih banyak karya literasi dari generasi muda Barito Utara. Teruslah menulis, teruslah berkarya, dan jadikan literasi sebagai sarana untuk membangun karakter serta memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Muhammad Iman Topik, mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Ia menilai karya itu menjadi bentuk kolaborasi positif antara dunia pendidikan, komunitas literasi, dan gerakan peduli lingkungan.

"Kami menyambut baik lahirnya buku antologi puisi Monolog Plastik Kotaku. Ini merupakan bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial peserta didik terhadap lingkungan sekitar," kata Topik.

Menurutnya, karya para pelajar dalam buku tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Barito Utara memiliki potensi besar di bidang literasi. Mereka juga mampu menyampaikan pesan edukatif melalui sastra dengan cara yang kreatif.

"Dinas Pendidikan akan terus mendukung berbagai program penguatan literasi di sekolah, termasuk kegiatan menulis dan berkarya yang mampu membentuk karakter peserta didik. Melalui literasi, anak-anak belajar berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di sekitarnya," ujarnya.

Topik berharap peluncuran buku Monolog Plastik Kotaku dapat menginspirasi sekolah lain untuk terus mengembangkan kreativitas peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup.

Peluncuran buku tersebut mendapat apresiasi dari peserta Konkerkab PGRI Barito Utara yang terdiri atas pengurus PGRI, kepala sekolah, guru, dan unsur pendidikan lainnya.

Kehadiran Monolog Plastik Kotaku diharapkan menjadi bagian dari gerakan literasi daerah sekaligus media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan.