PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pendidikan karakter tidak hanya dilakukan melalui kegiatan belajar di kelas. SMAK Santo Aloysius Palangka Raya menerapkannya melalui aksi nyata berupa kegiatan merawat dan memandikan puluhan anjing yang berada di lingkungan sekolah.

Kegiatan hasil kolaborasi dengan relawan satwa Palangka Raya, RSAT_palangkaraya itu melibatkan para siswa asrama menjelang libur panjang sekolah.

Direktur SMAK Santo Aloysius Palangka Raya, RD Romanus Romas, mengatakan kepedulian terhadap makhluk hidup merupakan salah satu nilai yang ingin ditanamkan kepada para peserta didik.

"Kami berusaha membentuk pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu menghargai kehidupan. Nilai-nilai itu dapat dipelajari melalui kegiatan sederhana seperti merawat satwa," katanya pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ia menilai pengalaman langsung jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar memahami bahwa memelihara hewan memerlukan komitmen, perhatian, dan rasa tanggung jawab.

Agatha, salah satu siswa yang terlibat, mengaku mendapatkan pengalaman berharga.

"Kami belajar bekerja sama, sabar, dan lebih peka terhadap kebutuhan hewan. Ternyata merawat mereka membutuhkan perhatian khusus," ujarnya.

Founder akun Instagram RSAT_palangkaraya, Agung Priantoko, mengatakan pihaknya mendukung program-program edukasi yang memperkenalkan konsep kesejahteraan hewan kepada generasi muda.

"Ketika anak-anak sudah memiliki empati terhadap hewan sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih peduli terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitarnya," katanya. (TESTI PRISCILLA/J)