BORNEONEWS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan menjadi salah satu instrumen utama untuk mewujudkan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama atau SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Prabowo, tujuan utama pembangunan nasional adalah memastikan rakyat dapat hidup lebih baik. Untuk mencapai hal itu, pemerintah harus bekerja keras di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu, usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang, salah satu adalah pendidikan,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, Sekolah Rakyat dihadirkan sebagai bentuk nyata keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Program tersebut difokuskan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan, termasuk mereka yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh pendidikan layak.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo turut mendengarkan testimoni dari Bagus, salah satu siswa Sekolah Rakyat yang menceritakan perubahan positif selama menempuh pendidikan di sekolah itu.
Salah satu orang tua calon siswa juga menyampaikan terima kasih karena program Sekolah Rakyat memberi kesempatan kepada anaknya untuk kembali mengenyam pendidikan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan seni inklusif, pembacaan puisi, hingga pidato berbahasa Inggris yang dibawakan salah satu siswa bernama Ketut Arlan.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Provinsi Bali sedang dilaksanakan di Kabupaten Karangasem.
Gedung baru tersebut direncanakan memiliki kapasitas 270 siswa, dengan alokasi masing-masing 90 siswa untuk setiap jenjang pendidikan.
Saifullah menyebut minat masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Jumlah calon peserta didik Sekolah Rakyat se-Provinsi Bali tercatat mencapai 406 siswa.
“Untuk tahap ini ada 93 yang sedang sekarang berproses, salah satunya adalah di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali di mana nanti diharapkan kalau sudah selesai, yang ada di sini akan pindah ke gedung permanen itu,” kata Saifullah.
Ia menambahkan, jumlah pendaftar untuk tingkat SMP dan SMA di wilayah tersebut sudah melebihi kuota daya tampung yang tersedia.
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap akses pendidikan bagi kelompok rentan dapat semakin luas, sekaligus menjadi jalan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ANTARA









