BORNEONEWS, Jakarta – Austria akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia setelah 28 tahun absen. Tim berjuluk Das Team itu datang ke Piala Dunia 2026 dengan generasi yang dibentuk melalui permainan intens di bawah arahan Ralf Rangnick.
Austria terakhir kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1998 di Prancis. Setelah melewatkan enam edisi berikutnya, mereka kembali membawa harapan baru di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Pada Piala Dunia 2026, Austria tergabung di Grup J bersama juara bertahan Argentina, Aljazair, dan Yordania.
Di atas kertas, Argentina menjadi unggulan utama grup. Namun Austria diperkirakan mampu bersaing, terutama dengan Aljazair, untuk memperebutkan tiket ke fase gugur.
Austria lolos ke Piala Dunia 2026 melalui kualifikasi zona Eropa. Keberhasilan tersebut menjadi akhir dari penantian panjang sejak penampilan terakhir mereka pada 1998.
Di bawah Rangnick, Austria berkembang menjadi tim yang agresif, disiplin, dan berani menekan lawan sejak area pertahanan lawan.
Gaya bermain itu sudah terlihat pada Piala Eropa 2024. Saat itu Austria tampil mengejutkan dengan memuncaki grup yang dihuni Prancis, Belanda, dan Polandia, sebelum langkah mereka dihentikan Turki pada babak 16 besar.
Piala Dunia 2026 menjadi ujian berikutnya bagi Austria. Mereka harus membuktikan bahwa penampilan impresif di Piala Eropa bukan sekadar kejutan sesaat.
Rangnick membawa Austria dengan target realistis, yakni lolos dari fase grup dan melangkah sejauh mungkin di fase gugur.
Austria bukan nama baru dalam sejarah Piala Dunia. Namun, absensi panjang membuat kehadiran mereka kali ini terasa penting bagi sepak bola negara tersebut.
Catatan terbaik Austria di Piala Dunia terjadi pada 1954 ketika mereka finis di posisi ketiga. Setelah itu, Austria belum mampu mendekati pencapaian tersebut.
Kini, Austria datang dengan salah satu generasi terbaik dalam beberapa dekade terakhir. Banyak pemain mereka tampil di liga top Eropa, terutama di Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris.
David Alaba menjadi salah satu figur paling penting dalam skuad Austria. Bek Real Madrid itu memiliki pengalaman besar di level klub maupun tim nasional.
Meski sempat dibayangi persoalan kebugaran, kehadiran Alaba tetap penting sebagai simbol kepemimpinan dan ketenangan di lini belakang.
Di lini tengah, Marcel Sabitzer dan Konrad Laimer menjadi motor permainan. Sabitzer memberi kreativitas, pengalaman, dan ancaman dari lini kedua.
Sementara itu, Laimer dikenal dengan energi besar, daya jelajah tinggi, dan kemampuan menjalankan sistem pressing yang menjadi ciri permainan Rangnick.
Marko Arnautovic masih menjadi salah satu tumpuan di lini depan. Penyerang senior itu memiliki pengalaman panjang dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah timnas Austria.
Kehadiran Arnautovic memberi nilai penting, baik dalam penyelesaian akhir maupun kepemimpinan di ruang ganti.
Austria juga membawa sejumlah pemain muda yang menarik perhatian, termasuk Paul Wanner dan Carney Chukwuemeka. Keduanya menambah variasi di lini tengah serta memberi warna baru dalam skuad Austria.
Namun, Austria mendapat pukulan besar jelang turnamen. Christoph Baumgartner dipastikan absen karena cedera paha.
Kehilangan Baumgartner menjadi kerugian penting bagi Austria karena pemain tersebut selama ini memiliki peran besar dalam skema serangan Rangnick.
Meski begitu, Austria tetap memiliki materi pemain yang cukup kompetitif. Kekuatan mereka terletak pada organisasi permainan, intensitas pressing, transisi cepat, dan kedisiplinan taktik.
Di Grup J, Austria harus mampu mencuri poin sejak awal. Laga melawan Yordania bisa menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri.
Sementara duel melawan Argentina dan Aljazair akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi serta kematangan tim.
Bagi Austria, Piala Dunia 2026 bukan hanya soal kembali tampil setelah penantian panjang. Turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa mereka telah berkembang menjadi tim modern yang mampu menyulitkan siapa pun.
Dengan tangan dingin Rangnick, pengalaman Alaba, Sabitzer, Laimer, dan Arnautovic, serta energi pemain muda, Austria datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar.
Target lolos dari fase grup bukan hal mustahil. Namun untuk mewujudkannya, Austria harus menjaga intensitas, meminimalkan kesalahan, dan tampil konsisten sejak pertandingan pertama.
Daftar skuad final Austria
Pelatih: Ralf Rangnick.
Kiper:
Patrick Pentz, Alexander Schlager, Florian Wiegele.
Bek:
David Affengruber, David Alaba, Kevin Danso, Marco Friedl, Philipp Lienhart, Phillipp Mwene, Stefan Posch, Alexander Prass, Michael Svoboda.
Gelandang:
Carney Chukwuemeka, Florian Grillitsch, Konrad Laimer, Marcel Sabitzer, Xaver Schlager, Romano Schmid, Alessandro Schopf, Nicolas Seiwald, Paul Wanner, Patrick Wimmer.
Penyerang:
Marko Arnautovic, Michael Gregoritsch, Sasa Kalajdzic.
Catatan: Christoph Baumgartner awalnya masuk skuad Austria, tetapi kemudian dicoret karena cedera paha. Austria tidak memanggil pemain pengganti, sehingga daftar di atas mengikuti pembaruan setelah cedera Baumgartner.
Jadwal Austria di Grup J Piala Dunia 2026:
- Austria vs Yordania, Rabu, 17 Juni 2026 pukul 11.00 WIB
- Argentina vs Austria, Selasa, 23 Juni 2026 pukul 00.00 WIB
- Aljazair vs Austria, Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
ANTARA









