BORNEONEWS, Jayapura – Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, mengungsi ke Tanah Merah karena khawatir terhadap gangguan keamanan di wilayah mereka.
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Putra Perdana, mengatakan para pengungsi terdiri atas warga dewasa hingga anak-anak. Mereka meninggalkan kampung menggunakan perahu motor.
Warga tiba di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Setibanya di lokasi, mereka langsung disambut personel Polres Boven Digoel dan mendapat pelayanan kemanusiaan.
"Mereka mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut tidak kondusif setelah kedatangan KKB yang dilaporkan juga membakar fasilitas kesehatan di wilayah itu," kata Wisnu saat dihubungi dari Jayapura, Minggu, 7 Juni 2026.
Sebelum tiba di Tanah Merah, para pengungsi sempat menuju Distrik Kouh. Dari wilayah itu, perjalanan mereka kemudian dibantu agar dapat sampai dengan aman ke Tanah Merah.
Saat ini, ratusan warga tersebut ditampung sementara di aula Mapolres Boven Digoel.
"Saat ini mereka ditampung di aula Mapolres Boven Digoel di Tanah Merah," ujar Wisnu.
Kapolres menambahkan, petugas kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengungsi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah menempuh perjalanan dari kampung asal.
Polres Boven Digoel juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Kodim, serta instansi terkait untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Menurut Wisnu, koordinasi lintas pihak juga dilakukan untuk memulihkan situasi keamanan di Distrik Manggelum agar kembali kondusif.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemda Boven Digoel terkait masalah keamanan di Distrik Manggelum agar kembali kondusif sehingga masyarakat bisa pulang ke kampung halamannya dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman," kata Kapolres.
ANTARA









