BORNEONEWS, Sampit – Modus penipuan berkedok menjual beras murah terjadi di Samput, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Korbannya adalah Jamilah, seorang penjual nasi kuning di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, yang mengalami kerugian sebesar Rp410 ribu setelah membeli 31 kilogram beras, namun ternyata isinya pasir.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi, 7 Juni 2026. Saat itu Jamilah bersama tetangganya, Jumah, sedang berada di depan rumah ketika didatangi seorang pria tak dikenal yang menawarkan beras dengan harga jauh di bawah pasaran.
"Awalnya kami berdiri di Gang Gudang Kuning melihat buah rambutan. Tiba-tiba ada laki-laki naik motor Beat warna biru, perawakannya kecil, kira-kira usia 30 tahunan singgah di sini," kata Jamilah, Senin, 8 Juni 2026.
Pria tersebut kemudian menunjukkan contoh beras yang dibawa dalam kantong plastik. Setelah melihat kualitas beras yang tampak bagus, Jamilah tertarik membeli karena harganya hanya Rp14 ribu per kilogram.
"Saya tawar jadi Rp13 ribu per kilogram. Dia bilang ada beras 30 kilogram. Akhirnya saya beli 20 kilogram dan Bu Jumah beli 10 kilogram," ujarnya.
Pelaku kemudian meminta dua karung kosong dengan alasan akan digunakan untuk mengambil beras yang disimpannya di tempat lain. Pelaku juga mengaku menjual beras tersebut karena bekerja dengan kakaknya namun tidak mendapatkan upah.
"Katanya dia kerja sama kakaknya tapi tidak digaji, jadi dia ambil beras itu lalu dijual. Kami memang tidak kenal orang itu dan bukan orang sekitar sini," tuturnya.
Tak hanya itu, pelaku juga sempat meminjam uang Rp10 ribu dengan alasan untuk membeli bahan bakar sepeda motor sebelum mengambil beras.
Sekitar 10 menit kemudian, pria tersebut kembali membawa 31 kilogram beras, yang dimasukkan ke dalam karung di dobel. Saat menyerahkan barang, Jamilah sempat memastikan asal beras yang dijual.
"Saya tanya, ini bukan beras dolog kan? Dia jawab, 'Bukan cil, ini beras Jawa.' Dia bilang ini ada 31 kilogram jadi paskan saja Rp400 ribu," katanya.
Karena percaya, Jamilah dan Jumah langsung membayar uang sebesar Rp400 ribu. Setelah menerima uang, pria tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Kecurigaan baru muncul ketika kedua korban hendak membagi beras yang dibeli dengan cara menimbang ulang isi karung tersebut.
"Pas kami buka untuk ditimbang ternyata bagian atasnya memang beras, sekitar satu kilogram, tapi di bawahnya pasir semua. Saat itu orangnya sudah pergi," ungkapnya.
Jamilah mengaku baru pertama kali mengalami kejadian tersebut. Sebagai pedagang nasi kuning, ia tergiur membeli beras murah karena berharap bisa menekan biaya produksi dan menambah keuntungan usaha.
"Karena berasnya murah, saya pikir bisa sedikit lebih untung. Harga beras seperti itu sekarang sekitar Rp17 ribu per kilogram, jadi saya tertarik. Ternyata malah isinya pasir," bebernya.
Menurutnya, informasi yang ia terima menyebutkan modus serupa diduga pernah terjadi di wilayah Baamang. Bahkan sudah ada 2 kejadian.
"Saya dengar ini bukan pertama kali di sekitar Baamang, cuma dulu tidak diviralkan. Total uang kami yang dibawa pelaku Rp410 ribu," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









