PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sebanyak 245 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kotawaringin Barat (Kobar), Pusat Madiun, mengikuti uji kelayakan calon warga yang digelar di Padepokan Sekar Tunjung Madya, Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 13, Pangkalan Bun.

Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting yang wajib diikuti seluruh siswa, sebelum resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT sebagai warga tingkat satu. Uji kelayakan dilaksanakan untuk mengevaluasi kemampuan, kesiapan mental, serta pemahaman para siswa terhadap ajaran dan nilai-nilai yang diajarkan dalam organisasi.

Ketua PSHT Cabang Kotawaringin Barat-Pusat Madiun, Rudolf Dita, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti uji kelayakan berasal dari berbagai ranting PSHT yang tersebar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Tahun ini sebanyak 245 siswa mengikuti uji kelayakan. Dari jumlah tersebut berasal dari ranting-ranting yang ada di Kobar dan berkumpul menjadi satu di sini,” ujarnya sebagaimana rilis disampaikan pada Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Rudolf, uji kelayakan merupakan salah satu tahapan penting untuk menentukan apakah seorang siswa layak atau belum untuk ditetapkan sebagai warga PSHT.

“Tujuan diadakan uji kelayakan ini adalah untuk mengevaluasi siswa dan siswi, apakah layak atau tidak menjadi warga PSHT Cabang Kotawaringin Barat,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dan dikoordinasikan oleh panitia yang ditunjuk sebelumnya sehingga pelaksanaan dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Dalam proses penilaian, para peserta menjalani berbagai materi pengujian yang mencakup kemampuan teknik pencak silat maupun aspek pembentukan karakter.

“Dalam uji kelayakan ini siswa dan siswi akan diuji kemampuan senam, jurus, toya, ke-SH-an atau kerohanian, serta dilanjutkan dengan sambung,” jelas Rudolf.

Selain mengukur kemampuan teknik, uji kelayakan juga bertujuan melihat kesiapan mental, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai persaudaraan yang menjadi dasar organisasi PSHT.

Rudolf menegaskan bahwa calon warga yang nantinya dinyatakan lulus diharapkan memiliki kualitas yang baik, tidak hanya terampil dalam pencak silat, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran organisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebanyak 245 siswa ini nantinya, jika dinyatakan layak, akan menjadi warga Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun yang dapat berkembang menjadi pribadi berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Ia berharap melalui proses uji kelayakan tersebut akan lahir generasi penerus PSHT yang mampu menjaga nama baik organisasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PSHT Cabang Kotawaringin Barat berharap dapat mencetak warga-warga baru yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan akhlak mulia sebagaimana ajaran yang diwariskan para pendahulu organisasi. (DANANG/J)