KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat melaksanakan peningkatan kapasitas Organisasi Kemasyarakatan (ormas) melalui pelatihan kerajinan pembuatan anyaman janur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Bapperida Kabupaten Gunung Mas Senin, 8 Juni 2026.

"Kegiatan pelatihan hari ini merupakan contoh nyata pembinaan peningkatan kapasitas kepada ormas dari banyak kegiatan lain yang kami laksanakan dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas ormas khsusnya di Kabupaten Gunung Mas," kata Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gunung Mas Jhonson Ahmad, Senin, 8 Juni 2026.

Dijelaskan, pihaknya memilih pelatihan kerajinan anyaman janur salah satunya untuk melestarikan kearifan lokal dan bisa meningkatkan keterampilan ekonomi kreatif ormas sehingga bisa meningkatkan ekonomi ormas itu sendiri.

Apa lagi kata Jhonson Ahmad, banyak kegiatan seperti pernikahan masih menggunakan janur, sehingga anyaman janur menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan meski banyak potensi lain yang lebih modern namun pelatihan anyaman janur ini juga turut melestarikan kearifan lokal.

"Kami berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai pada pelatihan saja, namun para pengurus dan anggota ormas ini bisa mempraktikkan sehingga bisa meningkatkan kapasitas ormas dan bisa bermanfaat dalam meningkatkan sumber pendapatan," ucapnya.

Dirinya juga menyampaikan materi terkait ormas, mulai dari apa fungsi ormas, hak dan kewajiban hingga apa yang dilarang beserta sanksinya.

Jhonson menjelaskan, untuk saat ini di Kabupaten Gunung Mas ada 17 ormas yang terdaftar dan dirinya menyebut mereka juga turut berkontribusi termasuk dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Gunung Mas.

Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Supriadi menjelaskan bahwa ada 50 peserta yang mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas ormas melalui pelatihan kerajinan anyaman janur.

"Peserta dalam kegiatan hari ini ada 27 orang dari ormas berbasis adat dan budaya, 15 orang dari ormas berbasis keagamaan dan 8 orang dari ormas berbasis profesi/nasional," ucap Supriadi. 

Supiradi juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat koordinasi dan sinergitas antara pemerintah dengan ormas yang ada di Kabupaten Gunung Mas. (RISKA YULYANA/H)