TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Upaya memenuhi kebutuhan kepala sekolah di Kabupaten Barito Timur terus dilakukan. Sebanyak 74 guru yang masuk kategori Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) jenjang TK hingga SMP mengikuti bimbingan pra seleksi sebagai persiapan menghadapi seleksi substansi kepala sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026 di SMP Negeri 3 Tamiang Layang.

Kegiatan yang dilaksanakan secara Zoom Meeting pada Senin, 8 Juni 2026, itu bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta mengenai tahapan, prosedur, dan mekanisme seleksi yang akan mereka jalani. Bimbingan tersebut diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Barito Timur, Bunyamin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para peserta sebelum mengikuti seleksi substansi. Menurutnya, mayoritas peserta belum pernah mengikuti proses seleksi calon kepala sekolah sehingga membutuhkan pembekalan yang memadai.

“Bimbingan ini perlu kita adakan karena memang rata-rata di antara mereka belum pernah mengikuti seleksi calon kepala sekolah,” ujarnya.

Bunyamin menjelaskan, seleksi substansi merupakan tahapan lanjutan yang bertujuan menguji sekaligus memverifikasi kompetensi, pemahaman keilmuan, dan kelayakan peserta untuk menduduki jabatan kepala sekolah. Proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Karena jumlah peserta mencapai 74 orang, pelaksanaan seleksi akan dibagi dalam dua sesi dalam satu hari. Menurut Bunyamin, pola tersebut diperlukan agar seluruh tahapan dapat berjalan tertib, efektif, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara.

Melalui bimbingan pra seleksi tersebut, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait prosedur maupun teknis pelaksanaan seleksi substansi. Kegiatan itu diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas sehingga peserta lebih siap menghadapi tahapan berikutnya.

Bunyamin mengungkapkan, peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan mengikuti bimbingan teknis selama 17 hari. Sebanyak 10 hari akan dilaksanakan secara tatap muka, sedangkan tujuh hari lainnya dilakukan secara asinkronus melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon kepala sekolah.

Kebutuhan kepala sekolah di Barito Timur saat ini masih cukup tinggi. Hingga Januari 2026, tercatat terdapat 53 jabatan kepala sekolah yang kosong. Jumlah tersebut belum termasuk kepala sekolah yang memasuki masa pensiun pada periode Februari hingga Mei 2026.

Menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia, pemerintah daerah menargetkan sebanyak 35 peserta dapat lolos dalam seleksi kali ini. Meski demikian, Dinas Pendidikan berharap kekurangan kebutuhan kepala sekolah dapat dipenuhi melalui perubahan anggaran daerah.

“Kami berharap kekurangannya bisa dianggarkan di perubahan anggaran tahun ini sehingga semua posisi kepala sekolah yang kosong dapat terisi,” kata Bunyamin.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap materi yang disampaikan narasumber dengan serius agar tidak terjadi kesalahan pemahaman saat mengikuti seleksi substansi.

“Oleh sebab itu saya katakan bahwa apa yang disampaikan oleh narasumber dari BGTK Kalteng harus diikuti dengan betul-betul, jangan sampai nanti ada pemahaman yang salah dalam mengikuti seleksi substansi,” tegasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)