PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Wilayah Kalimantan Tengah terus mempercepat penyaluran bantuan pangan pemerintah ke berbagai daerah di provinsi ini.

Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di Kalimantan Tengah sudah hampir mencapai 70 persen dari total target penerima.

Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana mengatakan, bantuan pangan tersebut telah tersalurkan kepada lebih dari 140 ribu penerima bantuan pangan atau PBP. Adapun total target penerima di Kalteng mencapai 205 ribu PBP.

Menurutnya, jumlah bantuan yang telah disalurkan tersebut setara dengan sekitar 2.800 ton beras dan 560 ribu liter minyak goreng.

"Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026," kata Erwin di Palangka Raya, Senin, 8 Juni 2026.

Erwin menjelaskan, percepatan penyaluran bantuan pangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama beras dan minyak goreng di tingkat konsumen.

Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah, harga rata-rata beras medium berada di angka Rp14.426 per kilogram. Sementara harga rata-rata beras premium tercatat Rp16.967 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga rata-rata minyak goreng premium berada di angka Rp24.150 per liter. Sedangkan minyak goreng curah tercatat Rp16.910 per liter.

Erwin menambahkan, hingga awal Juni 2026 stok beras yang dikelola Bulog Kalteng mencapai sekitar 16.000 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk mendukung berbagai program pemerintah.

"Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," ujarnya.

Bulog Kalteng memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman. Cadangan tersebut juga siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

Erwin berharap percepatan distribusi bantuan pangan dapat membantu masyarakat penerima manfaat sekaligus menjaga keseimbangan harga pangan di pasaran.