PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Tengah menggelar pelatihan tematik untuk mendorong pemuda memanfaatkan peluang usaha dan memperluas lapangan kerja.

Kepala Dispora Kalteng, Agus Siswadi mengatakan, pelatihan tematik dipilih agar peserta dapat fokus mendalami satu bidang keterampilan secara lebih maksimal.

"Pelatihan tematik ini agar pelaksanaan hingga hasilnya maksimal bagi para peserta yang berpartisipasi," kata Agus di Palangka Raya, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, melalui pendekatan tematik, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara umum, tetapi juga memperoleh keterampilan yang lebih mendalam dan berorientasi pada praktik.

"Kami fokus pada satu bidang agar peserta mendapat keterampilan yang lebih detail dan lebih banyak praktik," jelasnya.

Pada 24 sampai 26 Juni 2026, Dispora Kalteng akan melaksanakan pelatihan tematik bidang pangkas rambut atau barbershop. Kegiatan ini menargetkan 40 peserta dari kalangan pemuda.

Pendaftaran pelatihan sudah dibuka dan akan ditutup pada 15 Juni 2026. Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, Dispora Kalteng akan melakukan seleksi.

"Saat ini, pendaftaran sudah dibuka dan jika jumlah pendaftar melebihi kuota, tentu akan dilakukan seleksi," jelas Agus.

Pelatihan ini terbuka bagi pemuda yang sudah memiliki pengalaman di bidang barbershop maupun peserta pemula. Dispora Kalteng akan melakukan pendataan latar belakang peserta agar materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Agus menyampaikan, bidang barbershop dipilih karena dinilai memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Selain menjadi kebutuhan masyarakat, usaha pangkas rambut juga relatif mudah dikembangkan oleh kalangan muda.

"Barbershop ini sedang berkembang dan menjadi kebutuhan. Rambut pasti tumbuh dan perlu dipotong. Ini salah satu peluang usaha strategis untuk dikembangkan generasi muda," ujarnya.

Selain melihat peluang pasar, Dispora Kalteng juga mempertimbangkan keberhasilan pelaku usaha barbershop asal Kalimantan Tengah yang sebelumnya mampu meraih prestasi internasional.

Pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga hari dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Peserta akan mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik dasar hingga pengembangan keterampilan barbershop.

Tidak hanya teknik memangkas rambut, peserta juga akan dibekali materi mengenai perizinan usaha, akses pembiayaan, serta strategi memulai dan mengembangkan usaha.

Untuk mendukung materi tersebut, Dispora Kalteng melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya sektor perbankan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP, serta perangkat daerah yang membidangi koperasi dan UMKM.

"Peserta tidak hanya belajar memangkas rambut, tetapi juga memahami bagaimana mengurus perizinan, memperoleh modal usaha, dan melihat peluang bisnis yang ada," jelas Agus.

Dispora Kalteng juga menyiapkan pendampingan setelah pelatihan selesai. Para peserta akan dimonitor melalui grup komunikasi dan pendataan berkala untuk mengetahui perkembangan usaha atau pekerjaan yang dijalankan.

Agus menegaskan, pendampingan tersebut penting agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak bagi peserta.

"Kami ingin mengetahui berapa persen peserta yang benar-benar bekerja di bidang tersebut ataupun membuka usaha setelah pelatihan," katanya.

Melalui pelatihan tematik ini, Dispora Kalteng berharap semakin banyak pemuda memiliki keterampilan praktis, berani membuka usaha, dan mampu menciptakan peluang kerja baru di daerah.