BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim) memperluas jangkauan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar sejumlah kantor pelayanan publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
Salah satu kegiatan terbaru dilaksanakan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim melalui kerja sama dengan Puskesmas Ketapang 2. Warga yang datang mengurus administrasi kependudukan dapat sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma.
"Kemarin kami bekerja sama dengan Puskesmas Ketapang 2 dan Disdukcapil melaksanakan Cek Kesehatan Gratis. Sasaran kami adalah kantor-kantor pelayanan publik yang banyak didatangi masyarakat," ujar Kepala Program Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kotim Marini Tarida, Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, warga yang datang untuk mengurus dokumen kependudukan diarahkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, baik sebelum maupun setelah menerima layanan adminduk.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.
"Alhamdulillah respons masyarakat cukup baik. Kami tidak menetapkan target tertentu. Yang terpenting, sebanyak mungkin masyarakat yang ingin melakukan CKG akan kami layani," katanya.
Sebelumnya, program serupa juga telah digelar di sejumlah lokasi pelayanan publik lainnya, seperti Kantor Samsat dan layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Kotim.
Pada pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan melakukan berbagai skrining dasar, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, tinggi dan berat badan hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.
Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, warga akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
"Apabila ada gejala penyakit tertentu, kami akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu juga jika hasil skrining menunjukkan adanya kecemasan atau depresi, maka akan diarahkan untuk berkonsultasi dengan psikolog klinis maupun dokter spesialis kejiwaan," jelasnya.
Marini menambahkan, tujuan utama Program Cek Kesehatan Gratis adalah mendeteksi secara dini berbagai risiko penyakit yang mungkin dialami masyarakat. Dengan pemeriksaan awal tersebut, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga mencegah kondisi kesehatan menjadi lebih berat.
"Melalui skrining sejak dini, faktor risiko maupun gejala penyakit bisa segera diketahui dan ditangani. Harapannya penyakit tidak berkembang menjadi lebih parah," ungkapnya.
Dinkes Kotim berharap kehadiran layanan kesehatan di pusat-pusat pelayanan publik dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan sekaligus mendongkrak capaian Program Cek Kesehatan Gratis yang saat ini masih perlu ditingkatkan. (DEWI PATMALASARI/j)









