JAKARTA –

BORNEONEWS, Medan – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Debarkasi Medan mengimbau jamaah haji asal Sumatera Utara untuk mewaspadai gejala penyakit setelah tiba di tanah air.

Imbauan tersebut disampaikan petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan atau BBKK Medan, dr Zulfan Anshori, saat penyambutan jamaah haji Kelompok Terbang atau Kloter 06 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Senin, 8 Juni 2026.

“Kami imbau bapak ibu mewaspadai gejala penyakit setelah tiba di tanah air,” kata Zulfan.

Ia menjelaskan, ada tujuh gejala utama yang perlu diperhatikan jamaah haji setelah pulang dari Tanah Suci. Gejala tersebut meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.

Zulfan meminta jamaah segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan tersebut.

Menurutnya, jamaah juga perlu membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji atau K3JH saat memeriksakan diri. Kartu tersebut diperlukan agar tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan lebih cepat dan tepat.

“Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji atau K3JH harus dibawa saat memeriksakan diri agar tenaga kesehatan dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

PPIH Debarkasi Medan mencatat sebanyak 5.967 haji asal Sumatera Utara menjalani fase pemulangan melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Proses pemulangan berlangsung mulai 2 hingga 21 Juni 2026.

Zulfan juga mengimbau jamaah memantau kondisi kesehatan secara mandiri selama 21 hari setelah tiba di Indonesia. Pemantauan itu penting untuk mendeteksi dini kemungkinan munculnya gangguan kesehatan.

Selain itu, jamaah haji diminta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta beristirahat yang cukup.

Apabila mengalami gejala gangguan kesehatan, jamaah disarankan menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Jamaah haji diminta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta beristirahat yang cukup,” ungkapnya.

Pada Kloter 06 Debarkasi Medan, tercatat sebanyak 358 haji berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Rinciannya, Mandailing Natal 339 orang, Toba 7 orang, Nias Selatan 4 orang, Nias Utara 1 orang, Medan 1 orang, serta petugas kloter 6 orang.

Dalam kloter tersebut, satu jamaah haji atas nama Isron bin Baitul Nasution asal Kabupaten Mandailing Natal dilaporkan wafat akibat sakit di Arab Saudi pada Rabu, 27 Mei 2026.

Zulfan menambahkan, jamaah haji juga perlu menyampaikan riwayat perjalanan hajinya kepada petugas kesehatan saat memeriksakan diri. Hal itu penting agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.

“Selain itu, jamaah haji diimbau menyampaikan riwayat perjalanan hajinya kepada petugas kesehatan agar memperoleh pelayanan yang optimal,” jelasnya.

ANTARA