JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Persaingan Grup G Piala Dunia 2026 diprediksi akan diwarnai peran penting para pemain senior. Pengalaman mereka dinilai bisa menjadi faktor pembeda bagi masing-masing tim dalam menghadapi tekanan turnamen besar.

Sejumlah nama berpengalaman seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Mohamed Salah, Mehdi Taremi, hingga Chris Wood diperkirakan menjadi tumpuan utama negara masing-masing.

Timnas Belgia memiliki dua sosok senior yang masih sangat berpengaruh, yakni Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku. Keduanya diyakini tetap menjadi bagian penting dalam permainan Belgia di Piala Dunia 2026.

Meski tidak lagi muda, De Bruyne masih menjadi pengatur tempo dan motor serangan di lini tengah. Kemampuan membaca permainan, mengirim umpan matang, serta pengalaman tampil di level tertinggi membuatnya tetap menjadi pemain kunci bagi Belgia.

Sementara itu, Lukaku masih menjadi salah satu penyerang yang bisa memberikan ancaman serius ke pertahanan lawan. Ketajamannya di depan gawang membuat Belgia memiliki opsi kuat dalam penyelesaian akhir.

Peran De Bruyne dan Lukaku akan didukung sejumlah pemain lain seperti Jeremy Doku, Charles De Ketelaere, dan Timothy Castagne. Kombinasi pengalaman dan tenaga muda diharapkan membuat Belgia tampil kompetitif di Grup G.

Dari Timnas Mesir, Mohamed Salah menjadi sosok yang paling disorot. Pemain Liverpool tersebut masih menjadi jiwa permainan sekaligus tumpuan utama Mesir dalam membangun serangan.

Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu kesempatan terakhir Salah tampil di panggung terbesar sepak bola dunia. Karena itu, ia tentu ingin membawa Mesir melangkah lebih jauh dibanding edisi sebelumnya.

Setelah gagal membawa Mesir berbicara banyak pada Piala Dunia 2018, Salah diperkirakan akan tampil dengan motivasi besar. Target minimal membawa Mesir lolos dari fase grup menjadi tantangan yang ingin ia jawab.

Sementara itu, Iran mengandalkan Mehdi Taremi sebagai salah satu pemain paling berpengalaman. Penyerang berusia 33 tahun tersebut memiliki catatan tajam bersama tim nasional dengan 58 gol dari 104 penampilan.

Taremi juga sudah memiliki pengalaman tampil dalam dua edisi Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia mencetak dua gol ke gawang Inggris.

Pengalaman dan naluri mencetak gol Taremi akan menjadi modal penting bagi Iran dalam menghadapi lawan-lawan kuat di Grup G. Pemain Olympiacos tersebut tentu ingin menambah catatan golnya di ajang Piala Dunia.

Dari Selandia Baru, Chris Wood menjadi figur sentral. Penyerang berusia 34 tahun itu berperan sebagai kapten sekaligus pemimpin di lini depan.

Wood merupakan pemegang rekor gol terbanyak sepanjang masa Timnas Selandia Baru. Namun, ia belum pernah mencetak gol di ajang Piala Dunia.

Hal tersebut bisa menjadi motivasi tambahan bagi Wood untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026. Dengan pengalaman panjang di sepak bola internasional, kehadirannya diharapkan mampu memberi pengaruh besar bagi permainan Selandia Baru.

Kelima pemain tersebut menunjukkan bahwa pengalaman masih memiliki nilai penting dalam turnamen sekelas Piala Dunia. Di tengah tuntutan fisik dan taktik modern, ketenangan serta kepemimpinan para pemain senior bisa menjadi penentu perjalanan tim di Grup G.

ANTARA