BORNEONEWS, Pulang Pisau – Sebanyak 30 jemaah haji asal Kabupaten Pulang Pisau dijadwalkan kembali ke tanah air pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, 28 jemaah tergabung dalam Kloter 6, sementara dua jemaah lainnya berada di kloter berbeda karena berstatus sebagai jemaah cadangan.
Kasubag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pulang Pisau, Yunani mengatakan 28 jemaah yang tergabung dalam Kloter 6 diperkirakan tiba di Debarkasi Banjarmasin pada Kamis sore sekitar pukul 18.00 WIB.
"Alhamdulillah, 28 jemaah yang masuk Kloter 6 dijadwalkan tiba di Debarkasi Banjarmasin pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah tiba akan ada prosesi penyambutan dan pemeriksaan bagasi yang biasanya memakan waktu beberapa jam," ujar Yunani. Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, setelah seluruh proses di debarkasi selesai, rombongan jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Pulang Pisau pada Jumat pagi.
Pemkab Pulang Pisau bersama Kementerian Haji dan Umrah setempat telah menyiapkan acara penyambutan yang akan dilaksanakan di halaman Masjid Agung dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah.
"Penyambutan akan dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta keluarga jemaah yang ingin menyambut kepulangan para tamu Allah," katanya.
Sementara itu, dua jemaah lainnya yang tergabung dalam kloter berbeda dijadwalkan tiba dua hari setelah rombongan utama. Yunani menjelaskan, keduanya semula berstatus cadangan dan mendapat kesempatan berangkat setelah adanya kekosongan kuota akibat jemaah dari daerah lain yang berhalangan.
"Tadinya mereka cadangan. Karena ada kuota yang kosong, akhirnya mereka bisa berangkat. Namun karena Kloter 6 sudah penuh, mereka diberangkatkan bersama kloter lain," jelasnya.
Terkait kondisi kesehatan, Yunani memastikan seluruh jemaah haji asal Pulang Pisau dalam keadaan sehat. Beberapa jemaah hanya mengalami gangguan ringan seperti batuk akibat perubahan cuaca ekstrem antara suhu panas di luar ruangan dan suhu dingin di dalam bangunan berpendingin udara di Arab Saudi.
"Alhamdulillah sehat semua. Ada yang batuk-batuk ringan karena faktor cuaca dan perubahan suhu yang cukup ekstrem, tetapi tidak ada yang mengalami masalah kesehatan serius," ungkapnya.
Menariknya, jemaah haji tertua asal Pulang Pisau tahun ini berusia 82 tahun dan tetap mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Sementara jemaah termuda berusia 14 tahun dan berjumlah dua orang yang berasal dari Kecamatan Maliku dan Kahayan Hilir.
Yunani juga berharap kehadiran Kementerian Haji dan Umrah di Kabupaten Pulang Pisau dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang informasi, pendaftaran, pembatalan, pelimpahan, hingga layanan administrasi haji lainnya.
"Harapan kami pelayanan semakin baik dan semakin banyak masyarakat yang mendaftar haji. Informasi terkait haji saat ini juga sudah kami sampaikan melalui berbagai media sosial agar lebih mudah diakses masyarakat," tuturnya.( RETHA)









