SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 2,30 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

"Ada perlambatan pertumbuhan untuk triwulan I tahun 2026 ini. Meski demikian, beberapa lapangan usaha tetap mencatat pertumbuhan positif yang cukup signifikan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, Selasa, 9 Juni 2026.

Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 33,11 persen.

“Selain itu, jasa keuangan dan asuransi juga tumbuh 15,13 persen serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencapai 14,41 persen,” terangnya. 

Dari sisi pengeluaran, menurut Eddy, pertumbuhan tertinggi ditopang oleh pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkat 5,48 persen serta pengeluaran konsumsi rumah tangga yang naik 5,25 persen.

“Kenaikan pengeluaran konsumsi pemerintah dan rumah tangga ini menunjukan adanya daya beli dan belanja yang masih cukup kuat di wilayah kami,” sambungnya.

Namun dia menegaskan bahwa secara keseluruhan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kotim masih didominasi oleh beberapa sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

“Struktur PDRB kita masih dipengaruhi besar oleh sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” jelasnya. 

Eddy menambahkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi ini perlu menjadi perhatian bersama untuk merumuskan langkah yang tepat dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat bersama-sama mengatasi perlambatan ini dengan strategi yang inovatif dan dukungan kebijakan yang mendorong aktivitas ekonomi,” tutupnya. (DEVIANA/R)