BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, menghadiri Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi tahun ini yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, Selasa (9/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Subandi menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi sebagai instrumen untuk memperoleh data yang akurat mengenai kondisi perekonomian daerah. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan evaluasi program pemerintah.
Menurutnya, DPRD memiliki kepentingan untuk mengawal dan mengawasi pemanfaatan data sensus agar dapat digunakan secara optimal dalam mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
"Sensus Ekonomi sangat penting karena menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan. DPRD tentu akan mengawal dan mengawasi agar data yang dihasilkan benar-benar bermanfaat untuk kemajuan daerah," ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.
Subandi menyampaikan berdasarkan data BPS Kota Palangka Raya, pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,94 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV Tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,62 persen.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Palangka Raya juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di angka 3,79 persen pada periode yang sama.
Palangka Raya juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah pada triwulan I Tahun 2026. Posisi tersebut diikuti Kabupaten Kapuas dengan pertumbuhan 5,89 persen dan Kabupaten Barito Utara sebesar 5,84 persen.
"Capaian ini menunjukkan sinyal positif bahwa perekonomian Kota Palangka Raya terus bergerak ke arah yang lebih baik. Tentu hal ini harus didukung dengan data yang akurat melalui Sensus Ekonomi agar kebijakan pembangunan ke depan semakin efektif," katanya.
Ia berharap seluruh petugas sensus dapat menjalankan tugasnya secara profesional sehingga menghasilkan data yang valid dan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (MARINI)









