BORNEONEWS, Sampit – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar kegiatan Ngopi Bareng Media yang melibatkan jurnalis dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan media dari wilayah kerja Cabang Sampit, Muara Teweh, hingga Palangkaraya. Acara ini bertujuan untuk menyampaikan informasi penting terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus membuka ruang dialog dua arah.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, Muhammad Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya kegiatan tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan. Ini merupakan hal yang baru dan sangat penting bagi kami. Melalui Ngopi JKN ini, kawan-kawan media mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Sebaliknya, kami juga bisa menyampaikan kondisi masyarakat yang mungkin luput dari pengawasan BPJS agar bisa ditindaklanjuti," ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan ngopi bareng tersebut diselenggarakan di salah satu hotel di Palangkaraya. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, terutama rekan media yang datang dari jauh. Menurutnya, antusiasme ini menunjukkan betapa pentingnya program JKN dan komitmen bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
"Terima kasih kepada BPJS yang menginisiasi acara ini, dan terima kasih pula kepada rekan-rekan media yang hadir dari berbagai tempat. Ini bukti bahwa program ini dinilai penting," ucapnya.
Ia meyakini bahwa masyarakat yang sehat lahir dari informasi yang sehat. Ngopi JKN ini bukan sekadar berkumpul, melainkan forum strategis agar media mendapatkan penjelasan langsung, dan BPJS pun menerima masukan yang berharga.
Lebih lanjut, Zainal juga menyinggung tantangan profesi wartawan di era digital saat ini. Ia menekankan pentingnya kecepatan, keakuratan, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
"Menjadi wartawan di zaman sekarang itu berat. Informasi harus cepat, akurat, dan tetap beretika. Uji kompetensi menjadi filter penting agar wartawan yang menulis dan menyampaikan informasi kepada publik benar-benar bertanggung jawab. Melalui acara ini, kita bisa bertanya langsung dan berdiskusi secara terbuka," pungkasnya.
Sementara Analisis Komunikasi dan Kesejahteraan Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan Handi Widiyatno yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan gatering bersama media tersebut diselenggarakan setiap tahun.
" Jurnalis ini menjadi kunci bagi kami untuk penyampaian informasi ke masyarakat luas tentang program JKN," katanya.
Ia menyadari informasi merupakan bagian utama yang harus mereka sampaikan dan sebarkan secara luas supaya memang masyarakat lebih atau benar-benar mengetahui secara utuh tentang program JKN.
"Sehingga masyarakat tidak ragu mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Menjadi peserta BPJS sangat diperlukan bahkan bersifat wajib bagi seluruh rakyat Indonesia, kita tidak ada yang tau kapan kita sakit. Dengan adanya jaminan kesehatan ini masyarakat ibaratnya merasa aman. Karena untuk nantinya kebutuhan kesehatan tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada jaminan, " pungkasnya. (DEVIANA/y)









