PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya.

Menurutnya, TBC bukan hanya persoalan medis semata, tetapi juga berkaitan erat dengan berbagai faktor pendukung lainnya, seperti kondisi lingkungan, sanitasi, dan tingkat pemenuhan gizi masyarakat.

"TBC masih menjadi salah satu tantangan utama di bidang kesehatan masyarakat. Penyakit ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sanitasi, dan gizi masyarakat," katanya, Rabu 10 Juni 2026.

Riduan menjelaskan, penanganan TBC memerlukan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak. Selain pengobatan bagi penderita, upaya pencegahan juga harus dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat berbagai strategi penanggulangan TBC, mulai dari pelacakan kasus secara aktif, edukasi kepada masyarakat, hingga intervensi berbasis komunitas melalui program Kelurahan Siaga TBC.

Menurut Riduan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan program eliminasi TBC. Dengan deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan, rantai penularan penyakit dapat ditekan secara lebih efektif.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan TBC sehingga target eliminasi TBC nasional dapat tercapai," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya akan terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, kader kesehatan, serta pemerintah kelurahan untuk meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC di wilayah setempat. (MARINI/H)