BORNEONEWS, Sampit - Kasus jual beli beras tercampur pasir di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ternyata telah memakan beberapa korban dari pedagang hingga ibu rumah tangga.
Dari informasi yang didapat, para korban mengaku ditawari oleh seseorang pria menggunakan sepada motor Honda Beat berwarna biru, beras dengan harga yang cukup murah.
Tergiur dengan harga murah para korban akhirnya membeli beras tersebut yang terbungkus karung dan dijahit secara rapi agar modus pelaku tidak ketahuan oleh korban.
Setelah membeli beras tersebut, para korban tekejut ternyata isi yang ada di dalam karung beras yang tercapur dengan pasir dengan berat 31 kilogram.
Akibat kejadian ini, para korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan ribu rupiah dan sangat menyayangkan dengan perbuatan pelaku.
Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim meminta para korban melaporkak kejadian ini untuk dapat ditindak lanjuti.
"Untuk korban silahkam lapor kepada kami agar dapat ditindak lanjuti," kata Kasi Humas Polres Kotim Edy Wiyoko, Rabu, 10 Juni 2026.
Diberitakan sebelumnya, Kasus penipuan berkedok penjualan beras murah yang ternyata berisi pasir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah memakan lebih dari satu korban. Sejumlah warga di Kecamatan Baamang maupun Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengaku mengalami kejadian serupa dengan ciri pelaku dan modus yang hampir sama.
Kasus ini mencuat setelah seorang penjual nasi kuning di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, menjadi korban penipuan pada Minggu, 7 Juni 2026.
Korban, Jamilah, bersama tetangganya, Jumah, ditawari beras jawa dengan harga murah oleh seorang pria tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor beat warna biru. Pelaku hanya membawa contoh beras dalam kantong plastik dan menawarkan harga Rp14 ribu per kilogram.
Setelah terjadi tawar-menawar, korban sepakat membeli sekitar 30 kilogram beras dengan harga Rp13 ribu per kilogram. Pelaku kemudian meminta karung untuk mengambil beras dan sempat meminjam uang Rp10 ribu dengan alasan membeli bensin.
Tak lama kemudian, pelaku kembali membawa satu karung yang diklaim berisi 31 kilogram beras dan meminta pembayaran sebesar Rp400 ribu.
Namun setelah uang diberikan dan pelaku pergi, korban baru mengetahui isi karung tersebut hanya sekitar satu kilogram beras di bagian atas, sedangkan sisanya berisi pasir. (BUDDI RAHMAT H/R)









