PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pulang Pisau masih tergolong tinggi. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Satlantas Polres Pulang Pisau mencatat 54 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal mencapai 15 orang.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji melalui Kanit Gakkum Satlantas IPDA  Hendra U mengatakan, dari puluhan kasus tersebut juga terdapat dua korban luka berat dan 76 korban luka ringan.

“Untuk laka lantas sampai bulan Juni 2026 sudah terjadi sebanyak 54 kasus. Korban meninggal dunia 15 orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 76 orang,” kata Hendra, Rabu, 10 Juni 2026.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan lalu lintas tersebut juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Total kerugian yang tercatat mencapai Rp528 juta.

Hendra menjelaskan, berdasarkan hasil analisis pihaknya, kecelakaan yang paling banyak terjadi di wilayah Pulang Pisau merupakan kecelakaan ganda yang melibatkan lebih dari satu kendaraan.

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Pulang Pisau turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka kecelakaan. Pasalnya, wilayah tersebut memiliki ruas jalan nasional yang panjang.

“Pulang Pisau memiliki jalan terpanjang kedua di Kalimantan Tengah setelah Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga mobilitas kendaraan cukup tinggi,” ujar Hendra

Dari total 54 kasus yang ditangani, Unit Gakkum Satlantas Polres Pulang Pisau telah menyelesaikan sebanyak 41 perkara. Sementara sisanya masih dalam proses penanganan.

Sebagian besar penyelesaian perkara kecelakaan dilakukan melalui pendekatan restorative justice dengan mempertimbangkan kesepakatan para pihak yang terlibat.

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Pulang Pisau terus melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya guna meningkatkan keselamatan di ruas jalan rawan kecelakaan.

Selain itu, kegiatan edukasi dan penyuluhan keselamatan berlalu lintas juga rutin dilakukan setiap pekan ke sekolah-sekolah.

“Kami terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui koordinasi lintas sektor serta sosialisasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, agar semakin tertib dan disiplin dalam berlalu lintas,” tutupnya.( RETHA)