PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat program pembelajaran multibahasa bagi pelajar SMA dan SMK.

Program tersebut dijalankan melalui kelas virtual sebagai upaya memperluas akses pembelajaran bahasa asing, terutama bagi peserta didik di wilayah pelosok dan pedalaman.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi untuk menjawab keterbatasan tenaga pengajar bahasa asing di sejumlah sekolah.

“Masih banyak sekolah di pelosok belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu, kami memanfaatkan teknologi agar pelajar bisa mendapat akses pembelajaran yang sama. Harapannya, anak-anak Kalimantan Tengah memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” katanya di Palangka Raya, Rabu, 10 Juni 2026.

Reza menjelaskan, melalui kelas virtual, siswa di berbagai kabupaten dan kota dapat mengikuti pembelajaran bahasa asing tanpa harus terkendala jarak. Program ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelajar di daerah terpencil untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global. Selain menunjang pendidikan, kemampuan tersebut juga dinilai dapat membuka peluang kerja dan pengembangan diri di tingkat nasional maupun internasional.

Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran mulai menjalankan program pembelajaran bahasa asing virtual untuk SMA dan SMK sejak Oktober 2025.

Pada tahap awal, program ini menghadirkan lima bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis. Seiring tingginya antusiasme peserta didik, Dinas Pendidikan kemudian menambah dua bahasa baru, yaitu Korea dan Mandarin.

Penambahan pilihan bahasa tersebut dilakukan berdasarkan aspirasi dan kebutuhan siswa. Dengan demikian, peserta didik dapat memilih bahasa yang sesuai dengan minat, kebutuhan pendidikan, maupun rencana masa depan mereka.

Program pembelajaran ekstra bahasa asing ini dilaksanakan secara daring dan rutin diikuti oleh siswa dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

Reza menambahkan, program multibahasa tersebut juga selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan bahasa asing di Indonesia, termasuk dorongan agar pelajar mulai mempelajari bahasa Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan global.

Pemprov Kalteng berharap program ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah serta membantu pelajar memiliki kompetensi yang lebih baik di tengah perkembangan dunia yang semakin dinamis.