BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur atau Kotim, Halikinnor, mengajak masyarakat menyampaikan kondisi ekonomi yang sebenarnya saat mengikuti Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026.
Menurutnya, data yang disampaikan masyarakat sangat penting untuk menggambarkan kondisi ekonomi riil di daerah, termasuk dampak turunnya harga sawit, kenaikan harga BBM, hingga meningkatnya harga kebutuhan pokok.
“Justru itu yang disensus. Jadi, tolong masyarakat sampaikan saja apa adanya. Misal sekarang harga sawit jatuh dan BBM naik, itu berakibat ke ekonomi masyarakat, sampaikan saja,” kata Halikinnor di Sampit, Rabu, 10 Juni 2026.
Halikinnor mengatakan, sensus ekonomi menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat dan dunia usaha. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan ekonomi.
Ia menilai tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini tidak hanya dipengaruhi kondisi daerah, tetapi juga faktor global yang berdampak hingga ke tingkat rumah tangga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga BBM. Menurut Halikinnor, kenaikan tersebut memiliki efek berantai terhadap banyak sektor, terutama transportasi, distribusi barang, dan harga kebutuhan pokok.
“Begitu BBM itu naik, maka akan berdampak ke seluruh sektor. Semua berakibat karena semua bersumber dari BBM itu. Dengan alasan transportasi naik, maka otomatis biaya naik, maka harga akan naik,” ujarnya.
Halikinnor berharap hasil SE2026 dapat membantu pemerintah pusat melihat kondisi ekonomi masyarakat secara lebih utuh. Dengan begitu, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran, termasuk untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di daerah penghasil sawit seperti Kotim.
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus. Halikinnor memastikan data yang disampaikan akan dijaga kerahasiaannya dan tidak disebarluaskan.
Ia menegaskan, keakuratan data sangat menentukan kualitas kebijakan pemerintah ke depan. Karena itu, masyarakat diminta memberikan keterangan sesuai fakta yang dialami di lapangan.
“Kita mengimbau seluruh masyarakat yang didatangi petugas sensus agar memberikan data sesuai fakta yang ada. Karena sensus ekonomi itu sumber informasinya dirahasiakan, jadi tidak akan disebarluaskan ke mana-mana. Jadi jangan khawatir,” ucapnya.
Halikinnor berharap partisipasi aktif masyarakat dalam SE2026 dapat menghasilkan data ekonomi yang akurat, sehingga program dan kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.









