JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Netflix memperluas penggunaan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus mendukung proses kreatif para pembuat konten.

Chief Product and Technology Officer Netflix, Elizabeth Stone, mengatakan perkembangan AI generatif membuka peluang baru bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan bagi pelanggan dan lebih mendukung kebutuhan kreator.

“Kami telah menggunakan AI dan machine learning selama bertahun-tahun, bahkan beberapa dekade. Namun teknologi baru yang muncul saat ini memungkinkan kami membangun pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan kreator,” kata Stone dalam Pameran Inovasi Produk Asia Pasifik yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Stone menjelaskan, Netflix mengadopsi AI secara pragmatis dan tidak semata-mata mengikuti tren teknologi. Menurutnya, setiap penerapan AI harus memberikan manfaat nyata, baik bagi pengguna, kreator, maupun bisnis perusahaan.

Untuk pelanggan, Netflix memanfaatkan arsitektur model AI terbaru guna memperkuat personalisasi layanan. Teknologi tersebut digunakan untuk menghadirkan rekomendasi konten yang lebih sesuai dengan minat pengguna.

Selain itu, AI juga membantu mempercepat proses pengembangan dan penyempurnaan produk di platform Netflix.

Pada kuartal pertama tahun ini, Netflix mulai menerapkan pemahaman katalog berbasis AI generatif. Teknologi tersebut membantu pelanggan dalam memilih film, serial, maupun gim yang ingin mereka nikmati.

Menurut Stone, pemanfaatan AI pada katalog konten berdampak positif terhadap peningkatan interaksi pengguna dan penggunaan layanan di platform Netflix.

Tidak hanya untuk pelanggan, Netflix juga melihat AI sebagai alat pendukung bagi kreator. Pemanfaatannya mencakup berbagai tahapan, mulai dari produksi, lokalisasi konten, hingga promosi.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan teknologi AI, Netflix pada Maret mengumumkan akuisisi perusahaan teknologi film InterPositive yang didirikan aktor Ben Affleck.

Perusahaan tersebut mengembangkan sejumlah perangkat berbasis AI untuk mendukung proses pembuatan film. Netflix menilai teknologi InterPositive sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan inovasi yang dapat membantu para kreator.

“Kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung proses kreatif tersebut,” ujar Stone.

Melalui perluasan pemanfaatan AI, Netflix berharap dapat menghadirkan layanan yang lebih personal bagi pelanggan sekaligus memperkuat ekosistem kreatif bagi pembuat konten di platformnya.

ANTARA