BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak goreng sawit sudah menjadi semacam 'sahabat' bagi kaum ibu untuk urusan dapur. Tapi sepertinya tak banyak ibu yang tahu fakta tentang minyak goreng yang menjadi pesaing minyak kelapa dan nabati lain.

Sebagian orang mungkin sudah paham dengan manfaat kesehatan dari minyak sawit, seperti kaya kandungan tokotrienol, senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan otak dan jantung. Tapi ada fakta yang perlu diketahui oleh kaum ibu atau kaum bapak yang suka memasak, yaitu dibandingkan dengan minyak zaitun, minyak goreng sawit bisa untuk menggoreng dengan temperatur lebih tinggi.

Selain itu, tak seperti minyak nabati lain, minyak sawit tidak kehilangan nilai gizinya ketika dipanaskan pada suhu tinggi. Yang juga tak boleh diabaikan adalah, minyak sawit adalah produk non-hidrogenasi yang tidak akan menaikkan kadar kolesterol.

Seperti dilansir Palmoilhealth, minyak sawit dapat dimasak dengan suhu lebih tinggi dibandingkan dengan butter, minyak jagung dan minyak zaitun.

Perlu juga diketahui, kebanyakan minyak goreng hanya dapat bertahan dalam kondisi bagus selama empat hingga enam bulan saat kemasan dibuka. Minyak zaitun mampu bertahan hingga setahun, tapi hanya jika disimpan di lemari es. Berbeda dengan minyak sawit yang bisa disimpan di suhu kamar selama setahun tanpa berubah menjadi tengik usai kemasan dibuka. (NEDELYA RAMADHANI/m)