PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Potensi besar industri kelapa sawit sebagai sumber inovasi dan peluang usaha bagi generasi muda terus didorong oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar di Karawang, Jawa Barat.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama BPDP dalam mendukung kemajuan industri sawit nasional.

Menurutnya, BPDP tidak hanya menjalankan program beasiswa pendidikan, tetapi juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk turunan sawit yang dapat membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.

“Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen. Sejumlah hasil riset tersebut telah dikomersialisasikan oleh UMKM. Di website BPDP juga terdapat katalog 100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” kata Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berbagai hasil riset tersebut menunjukkan bahwa sawit bukan hanya komoditas perkebunan, tetapi juga sumber bahan baku untuk beragam produk bernilai tambah tinggi.

Helmi mencontohkan keberhasilan salah seorang mahasiswa peserta program Inkubasi Bisnis BPDP bersama Universitas Andalas yang berhasil mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga mampu menembus pasar ekspor di Asia Selatan.

Menurut dia, kisah tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi mampu mengubah limbah perkebunan menjadi produk yang memiliki daya saing global.

“Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru dari Gen Z yang mampu mengembangkan produk UMKM sawit hingga menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai industri sawit kepada generasi muda.

“Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda,” katanya.

Workshop hasil kolaborasi BPDP dan Majalah Sawit Indonesia tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha berbasis produk turunan sawit. (TESTI PRISCILLA/y)