BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada triwulan I tahun 2026 tercatat mencapai 5,94 persen, tertinggi di antara kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja perekonomian daerah dan sekaligus memperkuat pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan dan Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palangka Raya di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya baru-baru ini.
Menurut Zaini, berdasarkan data yang dirilis BPS Kota Palangka Raya, pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada triwulan I 2026 mencapai 5,94 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan IV tahun 2025 yang sebesar 5,62 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Palangka Raya juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen maupun pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah yang sebesar 3,79 persen pada periode yang sama,” ujar Zaini pada Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah, Palangka Raya menempati posisi tertinggi dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,94 persen. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kapuas dengan 5,89 persen dan Kabupaten Barito Utara sebesar 5,84 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya sinyal positif terhadap peningkatan kinerja ekonomi Kota Palangka Raya sepanjang tahun 2026.
Meski demikian, Zaini menegaskan bahwa pemerintah tetap membutuhkan data yang akurat dan mutakhir untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Ia juga mengungkapkan bahwa struktur perekonomian Palangka Raya saat ini didominasi sektor jasa-jasa. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 76,94 persen ekonomi Palangka Raya berasal dari sektor jasa, sedangkan 23,06 persen lainnya berasal dari sektor primer dan sekunder.
“Ini menunjukkan sektor jasa menjadi kontributor utama perekonomian Palangka Raya. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor jasa terus meningkat seiring menurunnya kontribusi sektor primer,” katanya.
Zaini berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang lengkap dan berkualitas sehingga dapat memberikan gambaran aktual mengenai kondisi perekonomian daerah, termasuk perkembangan berbagai sektor usaha yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.
“Data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tandasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









