PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dinilai telah mengubah wajah perekonomian, termasuk pola usaha dan konsumsi masyarakat. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret perubahan struktur ekonomi yang terjadi di tengah berkembangnya ekonomi digital.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan dan Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palangka Raya di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya baru-baru ini.

Menurut Zaini, saat ini masyarakat hidup di era ekonomi digital yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi dalam hampir seluruh aspek kehidupan. Perkembangan tersebut telah mengubah cara masyarakat beraktivitas, bertransaksi, hingga menjalankan usaha.

“Perkembangan teknologi digital mendorong pergeseran pola konsumsi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat,” ujar Zaini pada Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya platform perdagangan elektronik atau e-commerce, layanan teknologi keuangan (fintech), hingga berbagai jenis usaha berbasis digital yang dapat beroperasi tanpa harus memiliki toko fisik.

Perubahan itu, lanjutnya, telah menggeser struktur dan karakteristik lapangan usaha secara signifikan. Karena itu, pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk memahami dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Zaini menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis untuk menangkap berbagai perubahan tersebut sehingga dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan salah satu tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 adalah menyediakan data dasar seluruh aktivitas ekonomi, termasuk perkembangan ekonomi digital yang kini semakin dominan.

Menurut Amos, sensus tidak hanya mendata usaha-usaha konvensional, tetapi juga berupaya memotret karakteristik kegiatan ekonomi yang berkembang seiring kemajuan teknologi.

“Kami ingin memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi saat ini, termasuk karakteristik usaha dan ekonomi rumah tangga serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya akan memberikan informasi mengenai perubahan struktur usaha, perkembangan sektor ekonomi, hingga tren penggunaan teknologi digital oleh pelaku usaha di Kota Palangka Raya.

Data tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun program pembangunan serta strategi pengembangan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.

Amos menambahkan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan metode door to door. Dalam pelaksanaannya, BPS Kota Palangka Raya mengerahkan ratusan petugas untuk menjangkau seluruh wilayah kota dan memastikan seluruh aktivitas ekonomi dapat terdata dengan baik. (TESTI PRISCILLA/H)