SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bazar UMKM Mahaga Mentaya yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara diharapkan menjadi sarana bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam membangun perekonomian masyarakat. Melalui kegiatan ini, saya berharap para pelaku UMKM dapat memperluas jaringan usaha, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas," kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 11 Juni 2026.

Bazar tersebut merupakan kolaborasi Pemkab Kotim bersama Polres Kotim yang berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi wadah yang efektif untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan lokal kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan transaksi usaha.

"Ini merupakan wadah yang sangat positif untuk memperkenalkan produk-produk lokal, meningkatkan daya saing usaha masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk-produk UMKM lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha di daerah sendiri.

"Dengan membeli dan menggunakan produk lokal, kita turut membantu perkembangan usaha masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah," tambahnya.

Halikinnor berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Bhayangkara di Kotim. Bahkan, ia menginginkan pelaksanaan bazar ke depan dapat dibuat lebih besar dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha.

Menurutnya, penyelenggaraan bazar mampu menarik kunjungan masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan penjualan produk UMKM.

"Kalau ada bazar seperti ini, masyarakat akan datang. Ketika orang datang, insyaallah akan ada transaksi dan produk-produk UMKM bisa terjual. Ini salah satu cara membantu pelaku usaha meningkatkan pendapatan mereka," imbuhnya.

Lebih jauh, ia berharap pelaku UMKM di Kotim tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi mulai menjalin kerja sama dengan daerah lain untuk memperluas jangkauan pemasaran.

"Harapan kita ke depan, produk UMKM Kotim tidak hanya dikonsumsi masyarakat Sampit atau Kotim saja, tetapi juga bisa dipasarkan ke daerah lain melalui kerja sama yang lebih luas," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)