BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyoroti maraknya aksi balap liar yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Fraksi tersebut meminta pemerintah daerah tidak hanya mengedepankan penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi para remaja yang memiliki hobi di bidang otomotif.
Hal tersebut disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kobar, Sukimin, dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 terkait penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Kobar beberapa waktu lalu.
"Fenomena balap liar yang semakin marak di Kabupaten Kobar telah mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan, kegiatan tersebut juga membahayakan keselamatan warga maupun para pelakunya sendiri," jelas Sukimin.
Menurut Sukimin, pemerintah daerah perlu memikirkan langkah yang lebih komprehensif dalam menangani persoalan tersebut. Upaya penertiban yang selama ini dilakukan dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi dengan pembinaan serta penyediaan sarana yang memadai.
"Kami mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan penciptaan wadah khusus yang dapat digunakan para remaja dalam menyalurkan hobi mereka di bidang otomotif. Dengan adanya tempat yang resmi, minat dan bakat mereka dapat diarahkan ke kegiatan yang lebih positif," jelas Sukimin.
Tidak hanya menyediakan fasilitas, Fraksi PDI Perjuangan juga mengusulkan agar wadah tersebut dilengkapi dengan program pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan para peserta.
"Selain tempat, perlu juga disiapkan pelatihan khusus sehingga para remaja tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang bermanfaat. Siapa tahu dari sana lahir atlet-atlet otomotif yang bisa mengharumkan nama daerah," jelas Sukimin.
Sukimin mengatakan, pendekatan pembinaan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar penanganan balap liar tidak sekadar berhenti pada tindakan represif.
"Jangan sampai pemerintah hanya melakukan penertiban tanpa memberikan jalan keluar. Anak-anak muda ini juga perlu difasilitasi agar energi dan potensinya tersalurkan dengan baik," jelas Sukimin.
Sukimin berharap aspirasi yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bupati dan jajaran dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif demi menjaga ketertiban sekaligus mendukung pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Kobar. (WAHYU KRIDA/H)









