PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sigit K. Yunianto menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta pasokan batu bara sebagai bahan baku utama pembangkit listrik.

Hal ini dinilai krusial untuk menjamin ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat mengikuti kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, politisi yang akrab disapa SKY ini menegaskan bahwa ketersediaan kedua sumber energi tersebut menjadi fondasi utama yang harus dijaga bersama.

“Ketersediaan BBM dan batu bara bagi pembangkit listrik merupakan hal mendasar yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya soal listrik, tapi juga ketahanan energi nasional secara keseluruhan,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Sebagai mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit menekankan bahwa kepastian pasokan menjadi prioritas utama mengingat peran strategisnya.

BBM dan batu bara merupakan faktor penentu dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kelancaran operasional sektor industri di seluruh Indonesia.

“Pasokan BBM dan ketersediaan batu bara bagi pembangkit listrik harus menjadi perhatian bersama, mengingat keduanya merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor industri,” tambahnya.

Selama kunjungan kerja, Komisi XII DPR RI mengadakan pembahasan mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kepala BPH Migas, serta jajaran manajemen PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT PGN Tbk, PT PLN (Persero), dan PT PLN Nusantara Power.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI. Selain memastikan kesiapan infrastruktur dan distribusi energi.

"Kunjungan ini juga bertujuan menghimpun masukan langsung dari lapangan guna menyusun kebijakan yang tepat sasaran, sehingga ketahanan energi nasional dan keandalan sistem kelistrikan dapat terus ditingkatkan ke depannya," pungkasnya. (PATHUR/R)