BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Citra Borneo Utama Tbk atau CBUT mencatat kinerja operasional yang positif pada segmen usaha pengolahan minyak sawit sepanjang 2025.
Salah satu capaian yang menonjol adalah produksi Palm Olein yang mencapai 467.921 metrik ton (MT), dengan volume penjualan sebesar 476.457 MT atau melampaui jumlah produksi.
Direktur PT Citra Borneo Utama Tbk, Ronny H Raharjo, mengatakan tingginya volume penjualan menunjukkan kuatnya permintaan pasar terhadap produk hilir sawit yang dihasilkan perusahaan.
“Palm Olein masih menjadi salah satu produk utama yang memiliki permintaan tinggi di pasar. Hal ini tercermin dari volume penjualan yang mampu melampaui jumlah produksi selama periode tersebut,” ujarnya saat Public Expose CBUT yang digelar secara virtual melalui Webex, Kamis, 11 Juni 2026.
Selain Palm Olein, CBUT juga mencatat kinerja positif pada produk Palm Stearin. Produksi Palm Stearin mencapai 101.320 MT, sedangkan volume penjualannya mencapai 110.983 MT.
Menurut Ronny, capaian tersebut menunjukkan produk hilir sawit yang dihasilkan perusahaan tetap memiliki daya saing dan diterima pasar, baik untuk kebutuhan industri pangan maupun berbagai sektor lainnya.
Sementara itu, pada segmen RBDPO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil), CBUT membukukan total produksi sebesar 578.928 MT. Produk ini menjadi salah satu bahan baku penting yang digunakan dalam industri makanan, minyak goreng, hingga oleokimia.
Ronny menjelaskan, capaian produksi tersebut didukung oleh optimalisasi fasilitas pengolahan yang dimiliki perusahaan, termasuk refinery dan fractionation plant yang beroperasi secara terintegrasi.
“Kami terus berupaya menjaga efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kualitas produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan perkembangan pasar,” katanya.
Ia menambahkan, strategi perusahaan ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar dari komoditas kelapa sawit.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus mendukung pengembangan industri pengolahan sawit nasional yang berkelanjutan.
Melalui penguatan produk hilir, CBUT optimistis dapat terus menjaga pertumbuhan usaha di tengah dinamika industri dan perubahan kebutuhan pasar global.(TESTI PRISCILLA)









