BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini belum beroperasi.
Koordinator BGN Kalteng, Elisa Agustino, menjelaskan dari jumlah tersebut sebanyak 14 SPPG sedang disuspensi sementara untuk pembenahan fasilitas serta evaluasi operasional. Sementara 14 SPPG lainnya belum dapat beroperasi karena masih menunggu proses pencairan dana.
Menurut Elisa, kondisi tersebut tidak dapat diartikan sebagai penghentian program secara permanen. Langkah yang dilakukan merupakan bagian dari upaya perbaikan agar layanan pemenuhan gizi dapat berjalan lebih optimal.
"Ini bukan penutupan permanen. Ada yang sedang menjalani pembenahan fasilitas dan evaluasi operasional, sementara sebagian lainnya masih terkendala proses pencairan dana," ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.
Ia menegaskan BGN terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar seluruh SPPG yang saat ini belum aktif dapat kembali beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok sasaran lainnya.
"Berbagai kendala yang ada dapat segera diselesaikan, sehingga pelayanan pemenuhan gizi di Kalimantan Tengah dapat berjalan maksimal dan menjangkau seluruh penerima manfaat," pungkasnya. (MARINI/j)









