BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Citra Borneo Utama Tbk atau CBUT terus memperkuat strategi hilirisasi kelapa sawit melalui pengembangan berbagai produk turunan bernilai tambah. Sepanjang periode pelaporan, perusahaan mencatat produksi minyak goreng kemasan mencapai 9.166 metrik ton (MT).
Direktur PT Citra Borneo Utama Tbk, Ronny H Raharjo, mengatakan pengembangan produk hilir menjadi salah satu fokus perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat pasar domestik.
“Pengembangan hilirisasi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan produk bernilai tambah yang lebih tinggi. Salah satu hasilnya terlihat dari pertumbuhan produksi minyak goreng kemasan yang mencapai 9.166 MT,” ujarnya dalam Public Expose CBUT yang digelar secara virtual melalui Webex, Kamis, 11 Juni 2026.
Dari total produksi tersebut, volume penjualan minyak goreng kemasan mencapai 8.870 MT. Produk minyak goreng bermerek Hanau menjadi salah satu andalan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen di pasar dalam negeri.
Ronny menjelaskan, penguatan lini produk konsumen menjadi langkah penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri hilir sawit nasional.
Selain minyak goreng kemasan, CBUT juga mencatat kinerja positif pada produk Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), yakni produk samping hasil proses pemurnian minyak sawit yang memiliki nilai ekonomi dan dimanfaatkan dalam berbagai industri, termasuk oleokimia.
Sepanjang periode pelaporan, produksi PFAD mencapai 21.898 MT dengan volume penjualan sebesar 17.699 MT.
Menurut Ronny, capaian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan produk utama hasil pengolahan sawit, tetapi juga terus mengoptimalkan pemanfaatan produk turunan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan usaha.
“Kami berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang dihasilkan dari proses pengolahan sawit. Dengan demikian, setiap produk turunan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperkuat rantai hilirisasi yang kami bangun,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan produk hilir akan terus menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk olahan sawit yang berkualitas dan memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Melalui langkah tersebut, CBUT optimistis dapat memperkuat posisi bisnisnya sekaligus mendukung program hilirisasi industri sawit yang menjadi salah satu prioritas pengembangan sektor perkebunan nasional.(TESTI PRISCILLA/y)









