BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 250 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) aktif membantu penanganan kebakaran petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur (Kotim).
"Jumlah Redkar yang sudah terbentuk saat ini mencapai 250 orang dan tersebar di enam kecamatan. Mereka sangat membantu tugas petugas di lapangan karena selalu terlibat ketika terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya," kata Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik, Kamis, 11 Juni 2026.
Jumlah relawan tersebut bertambah setelah Disdamkarmat membentuk 72 anggota Redkar baru, masing-masing 32 orang di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan 40 orang di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Lanjutnya, Redkar merupakan organisasi berbasis masyarakat yang dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap ancaman kebakaran. Para relawan tidak hanya berperan dalam upaya pencegahan, tetapi juga melakukan tindakan awal sebelum petugas damkar tiba di lokasi kejadian.
Keberadaan relawan dinilai sangat efektif karena mereka berada lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Saat terjadi kebakaran, Redkar biasanya menjadi pihak pertama yang melakukan penanganan awal guna mencegah api meluas.
"Relawan membantu melakukan pemadaman awal dan melokalisir titik api sehingga kebakaran tidak berkembang lebih besar. Dengan begitu proses penanganan menjadi lebih cepat saat petugas tiba di lokasi," tambahnya.
Selain kebakaran bangunan, Redkar juga turut dilibatkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama yang terjadi di sekitar kawasan permukiman warga.
Untuk meningkatkan kemampuan para relawan, Disdamkarmat secara berkala memberikan pembinaan dan pelatihan teknis. Tidak hanya itu, sejumlah perlengkapan pendukung seperti selang pemadam, alat pemadam kebakaran, hingga alat pelindung diri (APD) juga disalurkan kepada kelompok Redkar.
"Karena mereka berada di bawah pembinaan Disdamkarmat, kami memberikan pelatihan secara rutin serta membantu penyediaan peralatan yang diperlukan untuk mendukung tugas di lapangan," ujarnya.
Meski jumlah relawan terus bertambah, Taufik mengakui angka tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal. Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM), wilayah Kotim yang memiliki 17 kecamatan membutuhkan sekitar 1.000 anggota Redkar.
Karena itu, pihaknya berkomitmen memperluas pembentukan Redkar ke kecamatan-kecamatan yang hingga kini belum memiliki relawan.
"Kami akan terus membentuk Redkar setiap tahun di wilayah yang belum terjangkau. Harapannya jumlah relawan semakin bertambah sehingga pelayanan dan perlindungan masyarakat terhadap risiko kebakaran bisa lebih optimal," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









