BORNEONEWS, Nanga Bulik – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit terus dilakukan melalui sosialisasi Program Beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Sawit Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Lamandau, Rabu, 10 Juni 2026
Kegiatan ini melibatkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Lamandau, Solidaridad, Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI), Dinas Pertanian dan Perikanan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau. Sosialisasi difokuskan untuk memperluas jangkauan informasi agar program beasiswa dapat diketahui dan dimanfaatkan masyarakat, khususnya keluarga petani sawit.
Peserta kegiatan terdiri dari petani sawit, kelompok tani, perwakilan sekolah, serta masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai syarat pendaftaran, mekanisme seleksi, jadwal, hingga fasilitas yang diterima penerima beasiswa.
Ketua Apkasindo Lamandau yang juga Ketua Komisi I DPRD Lamandau, Mesriadi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan agar informasi program beasiswa dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
Menurutnya, masih ada calon peserta yang berpotensi lolos namun tidak mendaftar karena keterbatasan informasi.
“Tujuan kami agar informasi ini sampai ke masyarakat paling bawah, terutama petani sawit. Jangan sampai ada anak-anak yang sebenarnya memenuhi syarat, tetapi tidak mendaftar hanya karena tidak mengetahui adanya program ini,” kata Mesriadi.
Ia menambahkan, program beasiswa yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini merupakan kesempatan besar bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
“Ini peluang besar bagi anak-anak daerah. Kami juga berharap kuota untuk Kalimantan Tengah bisa terus meningkat, karena daerah ini merupakan salah satu penghasil sawit terbesar,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Herianto, menyampaikan secara tidak langsung bahwa pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2026 telah dibuka sejak 3 Juni dan akan ditutup pada 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut diperuntukkan bagi anak pekebun sawit, pekerja perkebunan, keluarga pengurus kelembagaan pekebun, ASN di bidang perkebunan, penyuluh, serta pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan sektor kelapa sawit.
“Segera siapkan persyaratan karena pendaftaran sudah dibuka sejak 3 Juni dan akan berakhir pada 20 Juni 2026 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP),” ujar Herianto.
Ia menambahkan bahwa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya pendidikan penuh, tetapi juga uang saku dan bantuan asrama sesuai ketentuan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pihak juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program, termasuk kesiapan fasilitasi teknis dalam proses pendaftaran dan seleksi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau, Loren Oktoberi Tahan, secara tidak langsung menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung proses seleksi dengan menyediakan fasilitas seperti tutor dan tempat pelatihan.
Selain itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Yusef Dwi Jayadi, juga menyampaikan dukungan melalui sosialisasi jaminan bagi tenaga kerja di sektor perkebunan serta kesiapan membantu kebutuhan pendukung kegiatan seperti konsumsi dan perlengkapan.
Sementara itu, Ketua GPPI Gunawan mengusulkan agar dibentuk Surat Keputusan (SK) pengurus program beasiswa sawit di Kabupaten Lamandau untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan program.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak putra daerah Lamandau yang dapat mengakses pendidikan tinggi dan menjadi sumber daya manusia unggul untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan sawit di masa depan. (NATALIA KRISTIN/y)









