BORNEONEWS, Palangka Raya – Seorang remaja pria berinisial ZAS (19) ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari lantai 15 Menara Wisata Masjid Raya Darussalam, Jalan G. Obos Induk, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, pada Kamis 11 Juni 2026 sore sekitar pukul 16.45 WIB.
Korban dinyatakan meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara oleh Unit Inafis dan pemeriksaan saksi, peristiwa ini diduga merupakan aksi bunuh diri yang dipicu oleh gangguan psikologis berat yang diidap korban.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika korban datang seorang diri dan membeli minuman matcha di coffee shop di dalam menara. Korban kemudian memaksa naik ke atas menggunakan lift meskipun sempat dilarang oleh petugas penjaga menara, Rahmat Dani (30).
"Selang 30 menit kemudian, pengunjung masjid dihebohkan dengan suara benturan keras yang berasal dari halaman bawah menara," katanya, Jumat, 12 Juni 2026.
Petugas yang memeriksa ke lantai 15 menemukan sisa minuman korban masih tertinggal di atas meja, sementara tubuh korban sudah terkapar di dasar gedung.
Tim Relawan Kemanusiaan segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans ke UGD RSUD dr. Doris Sylvanus. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah dilakukan Prosedur Tindakan Medis.
Hasil visum luar yang dipimpin oleh dokter forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, menunjukkan bahwa korban mengalami trauma berat pada kepala bagian kanan serta patah tulang paha kanan akibat benturan dari ketinggian. Estimasi waktu kematian adalah sekitar dua jam sebelum pemeriksaan.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa sepasang sandal, botol minuman, satu bungkus rokok, dan telepon genggam milik korban.
Saat ini, Satreskrim Polresta Palangka Raya tengah melakukan pendalaman digital forensik terhadap ponsel korban untuk memeriksa aktivitas komunikasi terakhir. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pengelola masjid guna mengamankan rekaman CCTV di area lift dan akses menuju rooftop.
Di sisi lain, keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi dalam.
"Jenazah setelah dilakukan visum telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman," pungkasnya. (PATHUR/H)









