BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menegaskan bahwa upaya pembangunan ketahanan kota dari ancaman bencana tidak bisa dilakukan secara parsial oleh instansi pemerintah saja.
Menyadari kompleksitas potensi bencana yang ada, Pemko Palangka Raya secara resmi merangkul berbagai elemen strategis, mulai dari kalangan akademisi hingga dunia usaha, untuk bersama-sama mengukur Indeks Ketahanan Daerah (IKD).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa pelibatan lintas sektor ini bertujuan untuk melahirkan sebuah kebijakan penanggulangan bencana yang inklusif dan komprehensif.
"Kehadiran para akademisi diharapkan mampu memberikan pisau analisis ilmiah yang objektif, sementara sektor dunia usaha dipandang memiliki peran vital dalam menyelaraskan program tanggung jawab sosial mereka dengan peta mitigasi kota," katanya, Jumat, 12 Juni 2026.
Kolaborasi ini dinilai krusial karena pengukuran IKD membutuhkan validasi data yang multidimensional. Tidak hanya menghitung kapasitas aparatur dalam merespons kedaruratan, indeks ini juga mengukur ketangguhan sosial masyarakat, kesiapan dunia usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi saat krisis, serta dukungan regulasi yang ada di tingkat daerah.
Dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi vertikal dan unsur Forkopimda, pemerintah ingin memastikan dokumen yang dihasilkan nantinya tidak menjadi macan kertas semata.
"Dokumen IKD ini diproyeksikan menjadi acuan bersama yang mencerminkan kondisi riil di lapangan, sehingga setiap sektor memahami porsi peran dan tanggung jawab masing-masing saat situasi darurat maupun pra-bencana," jelasnya.
Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana yang lebih kuat di tingkat tapak.
Ketika dunia usaha ikut terlibat dalam menyusun strategi ketahanan, mereka dapat merancang sistem proteksi mandiri bagi lingkungan kerjanya yang sekaligus berdampak positif bagi penguatan kapasitas lingkungan sekitar.
Melalui sinergi yang kokoh antara pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat ini, Pemko Palangka Raya optimistis dapat mendongkrak angka indeks ketahanan daerahnya.
Hasil pengukuran ini pada akhirnya akan menjadi modal berharga untuk meyakinkan publik dan investor bahwa Palangka Raya adalah kota yang aman, tangguh, dan memiliki ekosistem yang siap menghadapi tantangan masa depan. (HENDRI/H)
Pemko Palangka Raya Gandeng Akademisi hingga Pengusaha Perkuat Ketahanan Daerah
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







