BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menggelar penanaman pohon di Rest Area Desa Hanjak Maju, Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat.
Kepala DLHK Kabupaten Pulang Pisau, Godfridson, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penanganan sampah dan upaya pengendalian perubahan iklim.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan sampah. Tagline tahun ini adalah mari bekerja untuk iklim. Artinya seluruh lapisan masyarakat harus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan," kata Godfridson.
Menurutnya, penanaman pohon menjadi langkah nyata yang perlu terus dilakukan mengingat kondisi iklim saat ini semakin tidak menentu dengan cuaca ekstrem yang kerap terjadi.
"Hari ini kita menanam pohon karena perubahan iklim sudah sangat luar biasa. Cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas tinggi hingga berbagai dampak lingkungan lainnya menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu pemerintah mendorong daerah untuk melakukan penanaman pohon secara masif," ujarnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan kerja bakti dan aksi bersih lingkungan. Godfridson menegaskan penanganan sampah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan harus dimulai dari masyarakat melalui pengelolaan dari sumbernya.
"Penanganan sampah harus dimulai dari hulu. Salah satunya melalui pemilahan sampah organik, anorganik dan B3. Kami terus berupaya mencari inovasi agar sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang hanya menimbulkan bau dan masalah, tetapi bisa memberikan manfaat," jelasnya.
Ia menambahkan, DLHK terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.
Terkait peran perusahaan, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, Godfridson mengungkapkan pihaknya telah mendorong kerja sama yang lebih intensif melalui nota kesepahaman dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Pulang Pisau.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengendalian pencemaran lingkungan serta mendukung kegiatan rehabilitasi dan penghijauan lahan.
"Kami sudah mulai membangun nota kesepahaman dengan perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih kuat untuk mendorong perusahaan ikut berperan dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian dampak perubahan iklim," tuturnya.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLHK Pulang Pisau berharap kesadaran masyarakat dan dunia usaha terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat demi menciptakan pembangunan yang berkelanjutan di daerah tersebut. (RETHA/H)









