PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya merilis data terbaru mengenai perkembangan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah setempat.

Berdasarkan laporan resmi, grafik penyebaran penyakit menular ini menunjukkan tren yang fluktuatif sepanjang tiga tahun terakhir. 
Penurunan tipis terlihat pada pergantian tahun lalu, sementara pemantauan intensif terus berjalan hingga pertengahan tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengungkapkan bahwa pada 2024, total kasus TBC yang tercatat di wilayahnya mencapai 1.108 kasus.

Dari keseluruhan angka tersebut, mayoritas penderita masuk dalam kategori TBC Sensitif Obat (SO) sebanyak 1.065 orang. Sementara itu, sisanya sebanyak 43 orang terdeteksi mengidap TBC Resisten Obat (RO) yang memerlukan penanganan lebih kompleks. 

Kabar baik sempat terlihat pada 2025 di mana akumulasi temuan kasus mengalami penurunan menjadi 1.021 penderita.

Secara rinci, pasien TBC SO menyusut ke angka 990 orang, dan kategori TBC RO juga ikut turun menjadi 31 orang. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif dari efektivitas program pelacakan dini serta kepatuhan pengobatan di tingkat fasilitas kesehatan primer.

Memasuki 2026, Dinas Kesehatan terus bergerak aktif mengawal penemuan kasus di lapangan. Hingga bulan Juni berjalan, tercatat sudah ada 503 total kasus TBC yang ditemukan di Kota Cantik.

Angka kumulatif di pertengahan tahun ini terdiri atas 489 pasien berkategori Sensitif Obat (SO) dan 14 pasien yang teridentifikasi Resisten Obat (RO). "Kalau dari tiga tahun terakhir ini kami sudah tangani 2.632 pasien TBC," katanya, Jumat, 12 Juni 2026.

Riduan menegaskan bahwa pemetaan data yang konsisten amat krusial untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan yang tepat sasaran sejak dini. Perbedaan kategori antara SO dan RO menentukan jenis regimen obat serta durasi kesembuhan pasien.

Pengawasan ketat melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) terus digalakkan agar pasien TBC RO yang memiliki tingkat kekebalan bakteri tinggi bisa langsung diisolasi dan dirawat secara khusus.

Melalui rilis data ini, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala batuk berkepanjangan.

Pemerintah kota berkomitmen untuk memutus mata rantai penularan TBC secara vertikal hingga ke tingkat kelurahan, sekaligus menekan angka putus obat yang kerap menjadi pemicu utama melonjaknya kasus resisten obat di masyarakat. (HENDRI/R)