PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya terus bergerak progresif dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC) di wilayah setempat.

Untuk memutus mata rantai penularan, pihak dinas menginstruksikan seluruh jajaran fasilitas kesehatan untuk menggencarkan skrining massal secara aktif. Langkah jemput bola ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan hanya menunggu pasien datang berobat ke puskesmas.

Strategi utama yang dijalankan saat ini adalah melakukan pelacakan atau investigasi kontak erat secara menyeluruh.

Petugas kesehatan di lapangan dikerahkan untuk menyisir lingkungan tempat tinggal hingga ke tingkat kelurahan, menyasar pihak keluarga atau tetangga yang berinteraksi langsung dengan pasien TBC aktif.

Upaya ini dilakukan guna memastikan tidak ada kasus gunung es yang tidak terdeteksi di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menegaskan bahwa langkah agresif ini diambil demi mengejar target eliminasi TBC di Kota Cantik.

Penemuan kasus secara dini menjadi kunci utama agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan tidak menularkan bakterinya kepada orang lain di lingkungan sekitar.

"Petugas puskesmas bersama kader kesehatan di tingkat kelurahan saat ini terus menyisir lapangan untuk melakukan investigasi kontak erat. Begitu ada satu pasien yang terkonfirmasi positif TBC, maka minimal 10 hingga 15 orang terdekat di sekitarnya harus segera kami skrining," katanya, Jumat, 12 Juni 2026.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, skrining massal ini tidak hanya mengandalkan wawancara gejala klinis, tetapi juga langsung diarahkan pada pemeriksaan penunjang yang akurat.

Warga yang terindikasi memiliki kontak erat atau menunjukkan gejala batuk menahun akan difasilitasi untuk melakukan pemeriksaan dahak menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang tersedia di puskesmas rujukan.

Melalui komitmen yang kuat ini, Riduan berharap kesadaran masyarakat untuk terbuka terhadap petugas kesehatan juga semakin meningkat.

Pihak Dinas Kesehatan menjamin bahwa seluruh proses pemeriksaan hingga penyediaan paket obat-obatan TBC, baik untuk kategori Sensitif Obat (SO) maupun Resisten Obat (RO), diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun demi memastikan kesembuhan total pasien. (HENDRI)