BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan minyak goreng kemasan rakyat merek Minyakita di daerah setempat masih dalam kondisi aman.
Kepastian itu disampaikan menyusul adanya keluhan sebagian masyarakat di beberapa daerah yang menyebut stok Minyakita cepat habis di tingkat pengecer.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan hingga awal Juni 2026 pihaknya telah melakukan pengadaan sekitar 6 juta liter Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Dari total pengadaan sekitar 6 juta liter, sebanyak 5,6 juta liter sudah kami salurkan kepada jaringan pengecer di berbagai daerah. Sementara sisanya masih tersedia di gudang Bulog sebagai stok cadangan,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.
Erwin menjelaskan, penyaluran Minyakita dilakukan secara bertahap melalui mitra distribusi yang tersebar di kabupaten dan kota di Kalteng. Dengan pola tersebut, pasokan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Ia menegaskan, stok yang cepat habis di sejumlah toko tidak selalu berarti terjadi kelangkaan. Kondisi itu, menurutnya, lebih dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat serta semakin luasnya jaringan penyaluran.
“Karena jaringan distribusi semakin banyak, alokasi ke masing-masing toko tentu menyesuaikan. Jadi bukan berarti stok tidak ada,” jelasnya.
Bulog Kalteng juga memastikan pasokan Minyakita dari produsen tetap berjalan. Selain itu, koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Langkah pemantauan juga dilakukan guna mencegah praktik penjualan Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami terus memantau distribusi di lapangan agar masyarakat tetap mudah mendapatkan Minyakita sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Erwin. (MARINI/j)









