PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengelolaan pengungsi saat bencana tidak hanya berkaitan dengan pendirian tenda darurat maupun pembagian logistik makanan, tetapi mencakup berbagai aspek pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Tengah tahun ini yang digelar BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan bahwa urusan pengungsian harus ditangani secara terpadu karena menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana.

“Sebagai tim multisektor, koordinasi penanganan dampak bencana termasuk di dalamnya urusan pengungsian harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terintegrasi. Pengelolaan pengungsian adalah salah satu klaster paling krusial sekaligus kompleks dalam fase tanggap darurat,” ujar Ahmad Toyib seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan tantangan nyata di lapangan menuntut ketelitian dalam pendataan pengungsi, pemenuhan sanitasi, penyediaan air bersih yang layak, serta pemenuhan kebutuhan spesifik gender.

Selain itu, pengelolaan pengungsian juga harus menjamin perlindungan bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lansia selama masa tanggap darurat. (HERMAWAN DP)