BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) kembali menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) dan Operasi Pasar LPG 3 Kilogram bersubsidi di sejumlah kelurahan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai 8 hingga 19 Juni 2026 dengan menyasar wilayah yang membutuhkan akses kebutuhan pokok dan energi bersubsidi.
"Kegiatan Operasi Pasar Murah dan Operasi Pasar LPG 3 kilogram bersubsidi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran," ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.
Untuk Operasi Pasar Murah, pelaksanaan dimulai di Kelurahan Pahandut Seberang, Tanjung Pinang, Tumbang Rungan, Bereng Bengkel, dan Kameloh Baru pada periode 8 hingga 12 Juni 2026. Selanjutnya kegiatan berlanjut ke Kelurahan Kalampangan, Danau Tundai, dan Petuk Ketimpun pada 15 hingga 18 Juni 2026.
Sementara itu, Operasi Pasar LPG 3 Kilogram Bersubsidi digelar di empat lokasi, yakni Kelurahan Pahandut Seberang pada 8 Juni, Tanjung Pinang pada 9 Juni, Kalampangan pada 15 Juni, dan Petuk Ketimpun pada 19 Juni 2026.
Samsul menjelaskan, setiap lokasi mendapat alokasi sebanyak 150 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat yang ingin membeli LPG bersubsidi diwajibkan membawa fotokopi KTP, mengisi logbook yang telah disediakan panitia, serta terdaftar sebagai pengguna LPG 3 kilogram bersubsidi.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan distribusi dan memastikan LPG bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Melalui kegiatan ini, Pemko Palangka Raya berharap kebutuhan pokok dan energi rumah tangga masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau di tengah berbagai tantangan ekonomi, termasuk tekanan inflasi dan kenaikan biaya distribusi barang.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi daerah," pungkas Samsul Rizal. (MARINI/j)









