BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menyoroti permasalahan distribusi minyak goreng Minyakita di wilayahnya yang menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar, meski Kotim merupakan penghasil kelapa sawit terbesar dengan pabrik pengolahannya berdiri di daerah tersebut.
“Kami datang langsung ke produsen terbesar Minyakita yang ada di Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU),” ujar Irawati, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, pihak produsen menyatakan stok minyak goreng dalam kondisi aman. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masalah terdapat pada jalur distribusi yang dianggap terlalu banyak singgah.
“Ternyata ketika kami turun ke lapangan, yang kami nilai adalah penyalurannya. Kalau memang benar distribusi minyak langsung ke Bulog, maka langsung ke mitra Bulog,” jelasnya.
Selain, itu menambahkan bahwa mitra Bulog sebelumnya mendapatkan pasokan 50 dus minyak goreng setiap pengiriman, namun kini jumlah tersebut menyusut menjadi hanya 20 dus. “Bulog ini punya mitra, dan katanya sebelumnya mitra mendapatkan 50 dus sekarang cuma 20 dus,” ungkap Wakil Bupati.
Kondisi ini berimbas pada ketersediaan minyak terbatas di pasar sehingga pedagang menaikkan harga jualnya. Akibatnya, masyarakat mengeluhkan harga minyak yang tinggi sehingga daya beli pun menurun.
“Karena harga minyak tinggi, maka daya beli masyarakat menurun. Hal ini yang menyebabkan inflasi di Kotim saat ini mencapai 4,18 persen, di bawah Kabupaten Kapuas. Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi nomor tiga secara nasional, dan penyumbangnya banyak berasal dari daerah,” terangnya.
Oleh karena itu, Irawati mengajak semua pihak, terutama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), camat, lurah, serta masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi dan stok barang agar tidak terjadi penimbunan.
“Saya mengajak semuanya, bukan hanya dari TPID tapi juga camat, lurah, dan lainnya, jika ada yang melakukan penimbunan barang, tolong segera laporkan. Kita harus bersama-sama mengawasi. Karena kalau barang tersedia sesuai kebutuhan, harga akan terjangkau dan daya beli masyarakat juga meningkat,” pungkasnya. (DEVIANA/R)









