PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah. Hingga saat ini, dari 94 desa dan kelurahan di Kobar, telah terbentuk 21 desa wisata yang menawarkan berbagai karakteristik dan keunggulan destinasi yang berbeda.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kobar, Rona Nirwana, mengatakan bahwa Kobar memiliki sumber daya alam yang melimpah dan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat apabila dikelola secara optimal.

“Objek wisata di Kobar bukan hanya Taman Nasional Tanjung Puting saja, tetapi saat ini telah terbentuk 21 desa wisata yang memiliki keunggulan dan karakteristik wisata yang berbeda. Terbentuknya 21 desa wisata ini karena masyarakat mampu memanfaatkan potensi yang ada demi kemajuan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Rona, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membaca peluang dan potensi daerah menjadi salah satu faktor utama berkembangnya desa wisata di berbagai wilayah Kobar. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung sebagai pelaku wisata dalam mengelola dan mengembangkan destinasi yang ada.

“Terbentuknya 21 desa wisata ini merupakan upaya kami menyediakan alternatif tujuan wisata bagi masyarakat maupun wisatawan. Wisatawan mancanegara yang datang ke Kobar tidak hanya berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting, tetapi juga dapat menikmati berbagai destinasi lain yang ada di Kobar, baik wisata alam, religi maupun budaya. Alhamdulillah, Kobar memiliki objek wisata yang sangat lengkap,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata di Kabupaten Kobar terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas destinasi, daya saing pariwisata, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Berbagai upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengelolaan destinasi wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, penguatan promosi pariwisata, penyelenggaraan event pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif, hingga pendampingan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pariwisata Kobar juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, media hingga masyarakat.

“Pengembangan pariwisata merupakan kerja sama semua pihak. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, membuka peluang usaha, serta memperkuat identitas dan daya tarik daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dinas Pariwisata Kobar juga tengah merencanakan pengembangan sistem informasi digital bernama SI MANIS yang dirancang untuk mendukung pola kunjungan wisata yang lebih terarah dan mandiri.

Melalui sistem tersebut, wisatawan nantinya dapat memperoleh berbagai alternatif rute perjalanan wisata berdasarkan tema, lokasi, dan durasi kunjungan yang diinginkan.

“SI MANIS diharapkan mampu menyediakan berbagai alternatif rute perjalanan wisata sehingga memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan sesuai minat dan waktu yang dimiliki. Dengan pendekatan ini, wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang lebih optimal sekaligus mengenal lebih banyak potensi wisata yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkasnya. (DANANG/j)