BORNEONEWS, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan akan mengkaji secara cermat wacana pembelian kembali saham atau buyback saham.
Wacana tersebut mencuat setelah pertemuan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan jajaran pimpinan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara pada Selasa, 9 Juni 2026.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan setiap aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan harus melalui kajian matang dan mengikuti ketentuan regulator.
“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” kata Hery dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Hery menjelaskan, BRI saat ini tetap memprioritaskan penguatan fundamental perusahaan. Fokus tersebut meliputi upaya menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi pemegang saham.
“Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Hery, perhatian berbagai pihak terhadap sektor perbankan mencerminkan adanya keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan BUMN, khususnya emiten perbankan.
Ia menilai stabilitas pasar modal menjadi faktor penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan menjaga kepercayaan investor.
“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” jelasnya.
Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas menambahkan, fundamental industri perbankan nasional hingga kini masih berada dalam kondisi kuat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan atau year on year. Sementara dana pihak ketiga atau DPK meningkat 11,40 persen secara tahunan.
“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” kata Hery.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan sejumlah direktur utama Himbara di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, dan Direktur Utama Bank Mandiri Riduan.
Selain itu, hadir pula Chief Executive Officer Indonesia Investment Authority atau INA Oki Ramadhana, Direktur Utama PT Taspen (Persero) Rony Hanityo Aprianto, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.
Dalam rapat tersebut, Dasco didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan COO BPI Danantara Dony Oskaria.
Pertemuan itu membahas sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor, termasuk wacana buyback saham emiten BUMN.
ANTARA









