BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) terus mengintensifkan langkah pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) serta Operasi Pasar Gas LPG 3 Kilogram Bersubsidi.
Kegiatan tersebut, dijadwalkan berlangsung di sejumlah kelurahan selama periode 8 hingga 19 Juni 2026 sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan pelaksanaan operasi pasar dilatarbelakangi kondisi inflasi Kota Palangka Raya yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2026 mencapai 4,48 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
"Angka inflasi tersebut sudah melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 2,5 plus minus 1 persen. Karena itu diperlukan intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.
Selain faktor inflasi, kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) juga memberikan dampak terhadap meningkatnya biaya distribusi barang yang berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.
Melalui operasi pasar murah, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar sehingga mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
"Sementara itu, Operasi Pasar Gas LPG 3 Kilogram Bersubsidi dilakukan untuk memastikan masyarakat yang berhak tetap dapat memperoleh gas bersubsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah," kata Samsul.
Pemko Palangka Raya memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan yang ada. (MARINI)









