JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Korea Selatan dan Amerika Serikat kembali menegaskan komitmen bersama untuk mendorong denuklirisasi Korea Utara.

Penegasan itu disampaikan setelah kedua negara menggelar pertemuan keenam Kelompok Konsultasi Nuklir atau Nuclear Consultative Group (NCG) di Seoul, Kamis, 11 Juni 2026.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyebut pertemuan tersebut dipimpin Kepala Kebijakan Pertahanan Korsel, Kim Hong-cheol, dan Wakil Asisten Menteri Perang Amerika Serikat untuk Pencegahan Nuklir, Robert Soofer.

Dalam pertemuan itu, Seoul dan Washington membahas penguatan kerja sama strategis di bidang pencegahan nuklir, terutama di tengah perkembangan kemampuan nuklir dan rudal Korea Utara.

Kedua negara juga menegaskan kembali tujuan bersama mereka untuk melucuti program nuklir Korea Utara.

Selain itu, Amerika Serikat kembali menyatakan komitmennya memberikan jaminan pencegahan yang lebih kuat kepada Korea Selatan dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara.

Komitmen tersebut mencakup penggunaan seluruh kemampuan pertahanan Amerika Serikat yang tersedia, termasuk kemampuan nuklir.

Kelompok Konsultasi Nuklir dibentuk sebagai forum bilateral Korsel-AS untuk membahas isu-isu terkait pencegahan nuklir dan respons terhadap ancaman di Semenanjung Korea.

Keputusan pembentukan forum tersebut dibuat pada April 2023 sebagai bagian dari Deklarasi Washington yang ditandatangani oleh para pemimpin Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Melalui forum tersebut, kedua negara berupaya memperkuat koordinasi keamanan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menjaga stabilitas di kawasan Semenanjung Korea.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA