SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk membenahi drainase di dua ruas jalan strategis di Kota Sampit.

Dua ruas jalan yang menjadi fokus penanganan yakni Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Pembenahan drainase tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman atau SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan penanganan drainase utama tahun ini memang diprioritaskan pada dua ruas tersebut.

“Untuk drainase utama tahun ini memang difokuskan di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Selain itu, ada juga pekerjaan drainase skala kecil di sejumlah jalan lingkungan,” kata Mentana di Sampit, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut memiliki peran penting dalam sistem pembuangan air perkotaan. Karena itu, pembenahan drainase di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi genangan di sejumlah titik Kota Sampit.

Menurut Mentana, pembangunan drainase di Jalan DI Panjaitan dialokasikan sekitar Rp7,35 miliar. Sementara penanganan drainase di Jalan Tjilik Riwut disiapkan sekitar Rp7,65 miliar.

Untuk Jalan DI Panjaitan, pekerjaan dimulai dari kawasan Jembatan Sei Mentawa hingga Jalan Pelita. Lokasi tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur utama aliran air menuju Sungai Mentawa.

Mentana menyebut penanganan sengaja dimulai dari bagian hilir atau muara saluran drainase. Langkah itu dilakukan agar sistem pembuangan air dapat berfungsi optimal ketika saluran dari kawasan lain nantinya tersambung.

“Kalau drainase Jalan Pelita lebih dulu ditangani sementara muaranya belum siap, airnya mau dibuang ke mana. Karena itu kita mulai dari saluran yang langsung menuju Sei Mentawa,” ujarnya.

Sementara itu, proyek di Jalan Tjilik Riwut tidak hanya mencakup pembangunan drainase, tetapi juga perbaikan jalan dalam satu paket pekerjaan. Hal ini dilakukan agar penataan infrastruktur di kawasan tersebut lebih maksimal.

Panjang drainase yang membutuhkan penanganan di Jalan Tjilik Riwut cukup signifikan. Namun pada tahap awal, pengerjaan difokuskan sekitar 600 meter dari kawasan Wengga Metropolitan menuju arah pusat kota pada salah satu sisi jalan.

Mentana menambahkan, pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Dengan pola tersebut, pembangunan infrastruktur dapat berjalan berkelanjutan tanpa membebani anggaran secara sekaligus.

Pemkab Kotim berharap pembenahan drainase di dua ruas strategis itu mampu mengurangi risiko genangan saat musim hujan, memperlancar aliran air, serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di Kota Sampit.

“Kami berharap ini bisa mengurangi risiko genangan apalagi mengingat kondisi cuaca kita belakangan ini yang cenderung sering hujan,” demikian Mentana.